logo

07/04/19

PAN Jamin Buchari Muslim Kooperatif: Tidak Usah Ditahan, Periksa Saja

PAN Jamin Buchari Muslim Kooperatif: Tidak Usah Ditahan, Periksa Saja

NUSANEWS - PAN menegaskan Buchari Muslim, calegnya yang ditangkap Polda Metro Jaya karena kasus penipuan visa haji, tidak memiliki latar belakang kriminal. PAN mengaku prihatin dengan penangkapan Buchari.

"Beliau itu ustaz, ulama, beliau aktif di Aksi Bela Islam, Alumni 212. Dan selama ini sebagai caleg dari PAN, ditetapkan sebagai caleg karena punya rekam jejak yang baik. Jadi kami prihatin terhadap hal ini," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (6/4/2019).

Eddy menjamin bahwa Buchari akan kooperatif dalam menjalani pemeriksaan kasusnya. Selain itu, kata Eddy, PAN akan memberikan bantuan hukum kepada Buchari.

"PAN itu siap untuk menjamin bahwa Pak Buchari Muslim itu dia akan kooperatif. Jadi nggak usah ditahan sesungguhnya, diperiksa aja terus menerus. Kami akan menjamin bahwa dia akan kooperatif," tutur Eddy.

"Kami memberikan bantuan hukum full kepada beliau. Jadi beliau tidak perlu memikirkan apa-apa, kami bantu secara optimal. Karena kami merasa bahwa Pak Buchari Muslim itu tidak bersalah, meskipun kami menghormati proses hukum yang berjalan," imbuhnya.

Eddy mengatakan saat ini PAN telah membentuk tim bersama dengan PA 212 untuk memberikan bantuan hukum kepada Buchari. Namun demikian, Eddy menampik jika kasus Buchari ini dikaitkan dengan politik dan akan memantau langsung proses yang dijalani oleh Buchari.

"Kami tetap berprasangka baik bahwa ini tidak ada muatan politisnya, murni permasalahan hukum yang sedang ditangani kepolisian. Namun, kami berharap bahwa proses hukum yang dilalui Pak Buchari Muslim itu dapat berjalan fair dan transparan. Itu yang kami cermati," ucap Eddy.

Sebelumnya, Tim Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya menangkap Buchari Muslim terkait kasus dugaan penipuan pengurusan visa haji. Penangkapan Buchari itu bermula dari adanya laporan seorang korban berinisial MJ dengan nomor LP/ 3368 /VI/2018/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 28 Juni 2018. MJ awalnya bertemu dengan Buchari di salah satu tempat pengajian.

MJ dan Buchari selanjutnya bertemu di depan kantor kedutaan untuk menyerahkan paspor, uang senilai USD 136.500 dan 27 buah paspor untuk diurus visa furodahnya. Penyerahan tersebut dilakukan di dalam mobil milik MJ.

"Saat itu dibuat surat pernyataan dan kwitansi penerimaan uang dan 27 buah paspor tersebut yang isinya bahwa terlapor sudah menerima uang sebesar USD 136.500 dan paspor sebanyak 27 buah untuk diurus visa haji furodah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Kamis (4/4).

Sampai dibuat laporan polisi, Buchari tak mengurus visa haji yang dimintakan oleh korban. Selain itu, Buchari juga menyebut dirinya tak menerima uang seperti yang dijelaskan oleh MJ.

Buchari kemudian ditangkap pada pukul 04.30 WIB, Jumat (4/4) di Perum Taman Permata Cikunir, Bekasi. Polisi menyita satu buah surat pernyataan dan kwitansi dari Buchari. Dia disangkakan pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN Untuk Like dan Follow sosial media dibawah ini agar bisa mengetahui berita terbaru Nusanews.

Komentar Pembaca

loading...