logo

10/04/19

Kata Saut, Bowo Ngaku Diperintah Nusron Saat Ketemu Di DPR

Kata Saut, Bowo Ngaku Diperintah Nusron Saat Ketemu Di DPR

NUSANEWS - Ketua Bapilu Jawa dan Kalimantan Partai Golkar Nusron Wahid memang berhak membantah pernyataan dari tersangka dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso.

Namun bantahan itu tidak akan mempengaruhi pengungkapan dugaan Nusron memerintahkan Bowo untuk menyiapkan 400 ribu amplop serangan fajar senilai Rp 8 miliar.

Begitu tegas pengacara Bowo, Saut Edward Rajagukguk saat ditemui di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/4).

"Ya hak beliau (Nusron) untuk membantah itu. Tapi saya bilang ke klien kalau nanti ada saksi yang mengetahui disuruh akan dihadirkan di sini,” katanya.

Bowo, kata Saut, mengaku diperintah secara lisan oleh Nusron. Perintah diberikan saat keduanya bertemu di Gedung DPR.

“Dia mengakui secara terus terang bahwa ‘saya diperintah’. Lisan ketemu berdua di satu tempat di lingkungan DPR,” tegasnya tanpa merinci waktu perintah itu diberikan.

Sementara mengenai 400 ribu amplop serangan fajar, Saut menyebut dana tersebut turut bersumber dari salah satu menteri di kabinet.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN Untuk Like dan Follow sosial media dibawah ini agar bisa mengetahui berita terbaru Nusanews.

Komentar Pembaca

loading...