logo

10/04/19

Kampanye di Solo, Prabowo Bakal Duet Bareng AHY

Kampanye di Solo, Prabowo Bakal Duet Bareng AHY

NUSANEWS - Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono disebut akan hadir di kampanye akbar calon presiden Prabowo Subianto di Solo, Jawa Tengah pada, Rabu, 10 April 2019. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan, AHY sudah sehat kembali setelah sebelumnya sempat tidak enak badan.

"AHY sudah baik kondisi kesehatannya, hari ini dan kemarin kampanye Demokrat di Jatim. Esok akan hadir mendampingi Pak Prabowo kampanye 02 di Solo," kata Andi Arief melalui pesan, Selasa malam, 9 April 2019.

Sebelumnya, AHY juga tampil satu panggung dengan Prabowo di Stadion Sidolig, Bandung, Jawa Barat pada 27 Maret lalu. Namun dalam kampanye akbar Prabowo-Sandiaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 7 April lalu, AHY batal hadir dengan alasan tak enak badan.

Kampanye akbar Prabowo hari ini akan berlangsung di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, pada hari ini. Kampanye akbar itu diagendakan dimulai sejak pukul 10.00 WIB.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon mengatakan kampanye akbar di Jawa Tengah sedianya digelar di Simpang Lima, Semarang. Namun, Fadli mengklaim kubunya tak memperoleh izin dari pemerintah setempat. "Kami berharapnya tidak di Solo. Mau di Simpang Lima tapi tidak diizinkan," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 9 April 2019.

Hal senada sebelumnya pernah disampaikan Direktur Saksi sekaligus penghubung calon presiden BPN Prabowo-Sandiaga, Prasetyo Hadi. Prasetyo mengaku tak tahu alasan tak keluarnya izin penggunaan tempat yang dilayangkan kubunya. Dia juga mempertanyakan mengapa terkesan ada diskriminasi antara kampanye akbar untuk calon pemimpin tertinggi negara ini dan acara apel kebangsaan yang melibatkan grup musik kondang beberapa waktu lalu.

"Saya juga tidak tahu kenapa konser kebangsaan Slank boleh. Pilpres itu kan kontestasi tertinggi, kenapa fasilitas-fasilitas yang dimiliki pemerintah tidak boleh dipergunakan untuk kontestasi memilih pimpinan tertinggi," kata Prasetyo di kawasan GBK, Kamis, 4 April 2019.

Prasetyo menuturkan kejadian penolakan semacam ini juga terjadi di sejumlah tempat lainnya, di antaranya di Bandung, Bogor, dan Medan. Dia menyebut ada saja upaya yang mempersulit kubunya mendapatkan izin tempat. "Tapi kami asyik-asyik aja. Kalau memang tidak diberi izin juga tidak mau ngoyo atau memaksakan," kata dia.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...