logo

03/04/19

Habib Rizieq: Bukan soal Keislaman, PBB adalah Partai Pengkhianat

Habib Rizieq: Bukan soal Keislaman, PBB adalah Partai Pengkhianat

NUSANEWS - Front Pembela Islam (FPI) memilih menabuh genderang perang dengan Partai Bulan Bintang (PBB) dengan menarik seluruh anggotanya dari kepengurusan maupun calon legislatif PBB.

Menurut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, keputusan tersebut sudah benar meski PBB berbasis partai Islam.

"Jadi persoalannya bukan ini partai Islam atau bukan, ini persoalan pengkhianatan. Yang namanya pengkhianat tidak boleh kita biarkan dan dibenarkan," kata Habib Rizieq dalam video Front TV.

Pengkhianatan yang dimaksud adalah dengan ingkarnya partai pimpinan Yusril Ihza Mahendra mendukung Prabowo dan tak mengindahkan keputusan Ijtima Ulama dan memilih mendukung Jokowi-Maruf.

Meski PBB sebagai partai berbasis Islam, keputusan tersebut dianggap tak menjadi masalah. Bahkan Habib Rizieq juga mengaku pernah ada partai Islam lain yang lebih besar dari PBB melakukan pengkhianatan. Salah satunya Partai Persatuan pembangunan (PPP).

"PPP kita tinggalkan karena khianat, maka PBB juga kita tinggalkan karena khianat," imbuh Habib Rizieq.

Diakui, PPP pernah berkhianat dengan memilih mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pilgub DKI 2017 silam. Padahal, FPI menganggap Ahok merupakan sosok arogan dan kafir.

"Sementara pemilih PPP menyatakan jangan pilih orang kafir, arogan lagi. Mereka menolak (tapi) PPP tetap memakskan kehendaknya. Itu pengkhianatan," kata Habib Rizieq.

Pun demikian pada gelaran Pilpres 2019. PPP lagi-lagi berseberangan dengan mendukung petahana, Jokowi-Maruf.

"Kita berharap PPP taubat dalam Pilpres, ternyata tak kunjung tiba taubatnya," tutupnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN Untuk Like dan Follow sosial media dibawah ini agar bisa mengetahui berita terbaru Nusanews.

Komentar Pembaca

loading...