logo

10/04/19

FPI DIY Resmi Laporkan Perusakan Markasnya ke Polisi

FPI DIY Resmi Laporkan Perusakan Markasnya ke Polisi

NUSANEWS - Insiden kericuhan di markas Front Pembela Islam (FPI) DIY-Jateng, Jalan Wates Km 8, Gamping, Kabupaten Sleman pada Minggu (7/4) kemarin akhirnya berujung laporan polisi. Melalui kuasa hukumnya, Ketua FPI DIY Bambang Tedy melapor ke Polsek Gamping.

"Ini kan kemarin terkait kejadian hari Minggu siang, ada perusakan di rumah Pak Haji Bambang Tedy, klien saya, dua mobil dan satu rumah kaca pecah. Terkait kejadian tersebut kami melaporkan ke pihak kepolisian," kata kuasa hukum Bambang Tedy, Agung Wijaya Wardana, kepada wartawan di Mapolsek Gamping, Selasa (9/4/2019) malam.

Agung menjelaskan, dasar pelaporan ini karena pihaknya menduga ada tindak pidana perusakan secara bersama-sama yang diduga dilakukan oleh simpatisan parpol tertentu. Akibat dari perusakan itu, lanjutnya, kaca depan mobil jip yang terparkir di dalam kompleks markas FPI pecah, kap mesin mobil sedan rusak, serta kaca rumah pecah dan bendera rusak.

"(Pihak) yang dilaporkan nanti biar kepolisian yang menindaklanjuti. Kemarin ada kampanye, kemungkinan dari sekelompok massa simpatisan," sebutnya.

Dalam pelaporan ini turut disertakan barang bukti berupa rekaman CCTV dan rekaman ponsel.

"Harapannya pelaku perusakan dapat diproses hukum. Rekaman CCTV dan rekaman HP sudah diserahkan ke polisi, kami juga siapkan sekitar empat orang saksi yang saat kejadian di lokasi," imbuhnya.

Terlihat perwakilan FPI Sragen, Sukoharjo dan Klaten ikut mendatangi Polsek Gamping.

"Kami sangat berharap kepada penegak hukum untuk segera memproses kejadian ini dengan sebaik-baiknya. Karena khawatirnya nanti implikasinya nggak bagus, karena untuk menjadikan suasana kondusif Yogya, suasana baik Pilpres dan Pileg ini," kata Ketua FPI Sragen, Mala Kunaefi, di kesempatan yang sama.

Dia menambahkan, kejadian ini membuat internal FPI secara umum terusik. Karena selain markas FPI, juga difungsikan sebagai posko pemenangan Prabowo-Sandiaga.

"Makanya jangan sampai ini jadi suatu alat untuk memecah-belah masyarakat Yogya," ujarnya.

"Markas hari itu tidak ada kegiatan apa-apa, memang mereka lagi kampanye, akhirnya mampir ke markas, menyerang markas kami. Statemen yang muncul di media saling gesekan, saling lempar, bukan, kita yang dilempari dulu kita yang dilabrak dulu. Bukan istilahnya kita yang membuat itu kejadian, mereka yang mancing akhirnya kita juga mempertahankan diri," sambungnya.

Mala Kunaefi pun berharap polisi memproses laporan ini dengan profesional.

"Harapan kami mohon penengak hukum segera menindaklanjuti dengan baik, benar, tegas, adil, sebaik-baiknya, harapan kami nanti masyarakat bisa percaya dengan hukum, tenang, terlindungi dari hal-hal seperti ini yang tidak kita inginkan," pungkasnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...