logo

14/04/19

Debat Kelima, Ketum PPP: Sandi Bintangnya, Jokowi Keteter

Debat Kelima, Ketum PPP: Sandi Bintangnya, Jokowi Keteter

NUSANEWS - Pukulan telak dari Paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terhadap Paslon 01 Joko Widodo-Maruf Amin terutama di saat-saat terakhir membuat hasil debat kelima ini terlihat jelas siapa pemenangnya.

Sejak awal sampai akhir debat Sandi lah yang menjadi bintangnya.

Demikian disampaikan Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat, memberikan analisanya, sesaat lalu.

Sandi, kata Humphrey tampil cukup rileks, banyak ungkapan-ungkapan cair tapi akademik seperti 'do you wanna test your vice president' atau 'now your turn'.

"Yang utama jawaban-jawban paslon 02 mengalir lancar dan tepat waktu," ujar HD biasa disapa.

Tema debat tentang ekonomi, kata HD merupakan area yang sangat dikuasai Sandi dan secara langsung menjadi keuntungan tersendiri. Dan Prabowo, kata HD tahu persis hal ini sehingga memberikan keleluasaan Sandi menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

"Pengalaman Sandi turun kelapangan berbicara dengan berbagai pihak bahkan di klaim lebih dari 1000 kali merupakan keuntungan tersendiri bagi Sandi untuk melihat masalah secara detail," katanya.

Dilain pihak, kata HD penampilan Capres 01 Jokowi sangat buruk, sangat tidak fokus dan terlihat tidak berenergi.

"Lihat saja bagamana dia ditanya tentang masalah BUMN tapi jawabnya tentang kepemimpinan. Ini out of context," ujar HD.

Suatu bukti bahwa Jokowi tidak fokus, kata HD terlihat saat kesempatan terakhir closing statement. Bukannya dipakai buat statement yang kuat malah menjelaskan sesuatu yg sudah lewat, menjelaskan pertanyaannya tentang unicorn yang kataya dijawab 02 dengan masalah pertanian.

"Ini menunjukkan cara berpikir yang sudah lelah, sudah tidak tenang lagi," katanya.

Selain itu, lanjut HD, dari penilaian body language, pasangan 02 kerjasamanya sangat bagus dan tepat waktu saat menjelaskan sesuatu. Berbeda dengan pasangan 01 yang terlihat lelah dan juga seringkali tidak tepat waktu saat menjelaskan sesuatu.

"Andaikata diberikan kesempatan lebih lama lagi dalam tanya jawab langsung diantara peserta debat maka jelas Jokowi lebih keteter alias KO," tandas HD.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...