logo

10/04/19

Brunei Berlakukan UU Syariah, Anak Kedua Sultan Brunei Terancam

Brunei Berlakukan UU Syariah, Anak Kedua Sultan Brunei Terancam

NUSANEWS - Di tengah dunia mengecam Undang-undang Syariah di Brunei Darussalam yang menghukum mati gay, lesbian, biseksual, transgender, pelaku sodomi, dan pemerkosa, muncul kabar bahwa anak kedua Sultan Brunei, Pangeran Azim, sebagai bagian dari komunitas LGBT.

Pangeran Azim berusia 36 tahun adalah pewaris tahta keempat kesultanan Brunei. Mengutip Newsweek, 3 April 2019, menyoroti aktivitas Azim yang dekat dengan sejumlah gay. Azim dikenal sebagai produsen film yang gemar menggelar pesta mewah dengan para artis dan aktor papan atas Hollywood termasuk penyanyi pop dunia Michael Jackson dan diva pop dunia Mariah Carey.

Carey merupakan aktivis pro LGBT yang menuntut persamaan hak LGBT. Dalam satu acara bertajuk Gay and Lesbian Against Defamation, Carey berpose dengan pangeran Azim dalam acara jamuan makan malam pada tahun 2011 dan setahun kemudian menghadiri acara ulang tahun sang pangeran.

Carey peraih Grammy Award merupakan aktivis pro LGBT dalam acara GLAAD (Gay and Lesbian Against Deflamation), yang mennutut persamaan hak LGBT.

Azim pada tahun 2016 mengundang salah satu pemain ski yang gay, Gus Kenworthy bersama pasangannya Matthew Wilkas. Setahun kemudian dia bertemu Caitlyn Jenner, transgender. Belakangan Caitlyn menghapus fotonya bersama Azim dari akun Instagram.

Pangeran Azim menjadi sorotan lantaran Brunei yang dipimpin ayahnya, Sultan Hassanal Bolkiah, telah memberlakukan Undang-undang Syariah yang diprotes dunia internasional sebagai undang-undang yang melanggar prinsip dasar HAM dan barbar.

Dengan penerapan Undang-undang Syariah sejak 3 April 2019, pangeran Azim dikhawatirkan akan menjadi target dari peraturan itu karena aktivitasnya di komunitas LGBT.

Bagi komunitas LGBT di Brunei, Undang-undang Syariah yang baru merupakan ancaman. Khairul, seorang gay dari Brunei berujar: “Adalah sebuah ketakutan bagi komunitas kami dengan adanya hukuman syariah ini.”

Berbagai kritik datang dari tokoh-tokoh ternama dunia. Joe Biden, mantan Wakil Presiden AS berujar: "Tidak ada alasan untuk mengkampanyekan kebencian dan kebiadaban."

Ellen de Generes, presenter dan seorang lesbian mendukung boikot hotel Sultan Brunei.  Elton John, penyanyi terkenal dunia, menyatakan, menjadi yang dicintai adalah hak asasi manusia. Mereka ini menentang pemberlakuan Undang-Undang Syariah di Brunei Darrusalam.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...