logo

06/03/19

Tokoh Tionghoa Geram, Aksi Kamisan Nyanyikan Mars ABRI dengan Lirik yang Melecehkan

Tokoh Tionghoa Geram, Aksi Kamisan Nyanyikan Mars ABRI dengan Lirik yang Melecehkan

NUSANEWS - Sejak beberapa hari belakangan ini beredar video di grup WA tentang seorang yang mengaku aktivis 98 bernama Robertus Robert menyanyikan lagu Mars ABRI (sekarang TNI) dengan mengubah liriknya.

Peristiwa itu terjadi sat unjukrasa Kamisan di depan Istana Negara pada 28 Februari 2019.

Di depan peserta unjukrasa itu, Robert menyanyikan lagu mars tersebut yang liriknya ia ubah menjadi sebagai berikut:

Angkatan bersenjata Republik Indonesia
Tidak berguna
Bubarkan saja
Diganti Menwa
Kalau perlu diganti pramuka

Naik bis kota tak pernah bayar
Apalagi makan di warung Tegal

"Lanjutannya terlalu sensitif," ucap tokoh masyarakat Tionghoa Lieus Sungkharisma.

Videonya beredar di media sosial,


Lieus Sungkharisma menyesalkan gubahan Mars ABRI itu mengingat Robertus diketahuinya seorang dosen yang bergelar doktor.

"Tidak sepatutnya dia melakukan itu. Sebab, meski Angkatan bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu sekarang sudah tidak ada dan diganti dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), tapi semua orang tau lagu itu adalah lagu mars Tentara Indonesia,” ujar Lieus.

Lieus menduga Robert semata ingin terkenal dengan menyanyikan lirik seperti itu.

"Mengubah lirik lagu mars ABRI itu dengan kata-kata yang melecehkan dan menghinakan Korps TNI. Kalau itu niatnya, norak sekali caranya,” tegas Lieus.

Oleh karena itu, Lieus meminta TNI tidak boleh tinggal diam. TNI harus bertindak tegas terhadap upaya-upaya pelecehan seperti itu.

“TNI harus mengambil sikap tegas dan menuntut pertanggungjawaban atas setiap penghinaan dan perendahan martabat Koprs yang dilakukan baik oleh pribadi maupun kelompok di masyarakat,” ujar Lieus.

Sebab, menurut Lieus, apapun alasannya tak ada satu orang pun di negeri ini yang boleh menghina institusi negara, apalagi TNI.

“Tanpa tentara, apa jadinya negara ini? Kok bisa-bisanya Robertus bilang ABRI/TNI tak berguna dan diganti saja dengan Pramuka? Bahkan menuduh naik bus kota dan makan di warung tegal tidak bayar? Apa ini tidak merendahkan dan menghina?” ujar Lieus geram.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...