logo

16/03/19

Terlalu Lama Tunggu Jokowi, Peserta Zikir Akbar di Sumut Pilih Pulang Tinggalkan Lokasi

Terlalu Lama Tunggu Jokowi, Peserta Zikir Akbar di Sumut Pilih Pulang Tinggalkan Lokasi

NUSANEWS - Rombongan ibu-ibu tampak meninggalkan lokasi acara 'Zikir Akbar' di Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Utara, Jumat (15/3/2019).

Aksi tersebut terjadi lantaran mereka sudah menunggu Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlalu lama, namun sang presiden tak kunjung tiba.

Dikutip dari TribunWow, seorang ibu-ibu yang memakai hijab cokelat panjang mengaku lebih memilih pulang karena sudah menunggu terlalu lama.

"Bikin acara sebesar gini tapi panitianya tidak beres," ujar seorang wanita yang tak disebutkan namanya.

Terlihat rombongan peserta zikir berbondong-bondong keluar dari lokasi dan memilih pulang.

Hingga pukul 18.00 WIB, Jokowi tak juga tiba di lokasi.

Padahal waktu sudah memasuki magrib.

Warga yang meninggalkan lokasi menuturkan bahwa di dalam gedung tidak ada air untuk mengambil wudhu, sehingga mereka memilih pergi.

Pulang Dapat Sarung 

Panitia Dzikir Akbar pemenangan pasangan capres Jokowi-Ma'ruf di Gedung Serbaguna di Jalan Willem Iskandar (Jalan Pancing) Medan, Jumat (15/3/2019), membagikan bingkisan berisi kain sarung kepada setiap warga yang hadir. (parlindungan sibuea)

Dengan menukarkan kupon yang didapatkan dari Kepala Lingkungan di masing-masing tempat tinggal, setiap warga yang hadir di acara Dzikir Akbar pemenangan capres Jokowi-Ma'ruf, Jumat (15/3/2019) memperoleh sehelai sarung kain. Plus kue kotak. Sarung dibungkus dalam kotak putih bertuliskan nama pasangan capres Jokowi-Ma'ruf dan nomor urut 01.

Menurut salah seorang Ibu, Yuni, yang berdomisili di Lingkungan X Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, bersama puluhan warga lainnya mereka menghadiri Dzikir dengan menumpang lima unit kendaraan jenis angkot.

"Dari Kepala Lingkungan, namanya Wardi, kami dapat kupon," ungkapnya sambil memperlihatkan sarung yang diperolehnya, dikutip dari MedanBisnisDaily.

Namun terdapat pula ibu yang tidak memiliki kupon. Oleh karenanya, ketika memasuki gedung panitia tidak berkenan memberikan sarung kepadanya.

"Saya tinggal di Lingkungan V Kelurahan Tegalrejo, Medan Perjuangan. Kepala Lingkungannya, John, pilih-pilih kasih. Hanya warga yang tinggal satu gang dengannya yang dikasi kupon," ungkap Ibu yang mengaku bernama Suwarni tersebut. (*)

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...