logo

11/03/19

Tanggapi Hasil Survei SMRC, Dahnil: Publik Sudah Tidak Percaya

Tanggapi Hasil Survei SMRC, Dahnil: Publik Sudah Tidak Percaya

NUSANEWS - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, saat ini masyarakat sudah tidak lagi memercayai hasil survei elektabilitas terkait pilpres yang dirilis oleh sejumlah lembaga.

Pernyataan Dahnil menanggapi hasil survei Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih tinggi dari pada pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Publik sudah tidak percaya dengan model-model begitu. Publik kita literasi demokrasinya sudah sangat tinggi, termasuk literasi terkait dengan trik dan intrik lembaga survei dengan tugas-tugasnya," kata Dahnil saat dikonfirmasi, Senin (11/3).

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini mencontohkan, survei yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Saat itu, beberapa lembaga survei memprediksi calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menang dan rivalnya, Anies Baswedan.

Namun, hasil Pilkada menunjukkan hasil yang berbeda dan tak sesuai dengan prediksi lembaga survei. "Lembaga survei tertentu sedang melakukan tugasnya sama seperti ketika kasus Pilkada DKI, ramai-ramai bilang Ahok menang, Anies akan gugur di putaran pertama," jelas Dahnil.

Sebelumnya, lembaga survei Saiful Muzani Research and Consulting (SMRC) menyebut elektabilitas Jokowi-Ma'ruf unggul 23 persen dari Prabowo-Sandi. Jika Pilpres digelar saat survei berlangsung, Jokowi-Maruf akan meraih suara 54,9 persen.

Sedangkan Prabowo-Sandiaga 32,1 persen dan undecided voters atau yang belum menentukan pilihan tinggal 13 persen.

"Selisih Paslon Jokowi-Maruf dengan Prabowo-Sandiaga kini terkaput 23 persen. Undecided voters 13 persen kalaupun ditambahkan untuk paslon Prabowo-Sandi tetap masih selisihnya 10 persen. Angka ini lebih besar dari selisih Pilpres 2014 yang sekitar 6 persen," kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/3).

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...