logo

22/03/19

Survei Voxpol: Mayoritas Publik Tak Percaya Janji Capres-Cawapres

Survei Voxpol: Mayoritas Publik Tak Percaya Janji Capres-Cawapres

NUSANEWS - Mayoritas masyarakat pemilih tidak percaya dengan janji politik dari masing-masing pasangan calon peserta Pilpres 2019.

Temuan ini berdasar hasil survei Voxpol Center Research and Consulting tentang janji capres-cawapres yang dilakukan periode 26 Februari 2019 hingga 8 Maret 2019.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebut, sebanyak 62,8 persen responden tidak percaya dengan janji kampanye politik capres-cawapres.

"Namun demikian, masih ada yang percaya terhadap janji politik yang diobral ketika masa kampanye sebesar 24,7 persen. Sisanya tidak tahu dan tidak jawab," katanya melalui keterangan pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (22/3).

Hasil survei juga menunjukkan tingginya angka ketidaktarikan pemilih terhadap janji politik masing-masing paslon, yakni sebesar 70,4 persen dari 1.220 responden. 

"Hanya 18,3 persen pemilih yang tertarik dengan janji yang ditawarkan oleh elite politisi atau calon presiden/wakil presiden dan sisanya tidak tahu dan tidak jawab,"paparnya.

Selain itu juga diperoleh sebanyak 27,3 persen responden yang percaya janji politik mempengaruhi pilihan mereka pada 17 April 2019. Sedangkan 63,5 persen responden menyatakan sebaliknya.

Pangi melanjutkan, hanya 16,6 persen yang merespon akan menagih janji politik pemenang Pilpres. Angka ini terbilang kecil dibandingkan 71,4 persen memilih pasif. Lalu 12 persen diantaranya menyatakan tidak tahu dan tidak jawab.

Para responden ini, jelas Pangi, dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling dari seluruh provinsi di Indonesia dan telah berusia 17 tahun. Survei ini memiliki tingkat kesalahan alias margin of error survei sebesar +-2,98 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

"Setiap responden terpilih diwawancarai  dengan metode wawancara tatap muka (face to face) oleh pewawancara yang terlatih secara khusus. Quality control dilakukan dengan mendatangi kembali (rekonfirmasi) 20 persen sampel responden yang ada kemudian terpilih secara acak (spot check)," urainya.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...