logo

26/03/19

Sidang Kelima, Ratna Sarumpaet Ngeluh Penjaranya Enggak Enak

Sidang Kelima, Ratna Sarumpaet Ngeluh Penjaranya Enggak Enak

NUSANEWS - Ratna Sarumpaet menjalani sidang kelima di Pengadilan Negeri Jakarta sebagai terdakwa penyebaran berita bohong drama penganiayaan.

Pecatan tim sukses Prabowo-Sandi itu tiba di PN Jakarta Selatan dengan diantara mobil tahanan lengkap rompi oranye sekitar pukul 08.15 WIB, Selasa (26/3/2019).

Kepada awak media, Ketua Presidium Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) itu mengaku siap menjalani persidangan.

Selain itu, dia juga menuturkan bahwa kondisi fisiknya juga sehat untuk menjalani persidangan.

“Sehat, siap. Ya, sehat alhamdulillah,” singkat Ratna sambil memasuki ruang tunggu persidangan PN Jaksel.

Ratna pun kembali menyinggung usulan status tahanan kota yang tidak kunjung dikabulkan oleh majelis hakim.

Dia mengeluhkan, kondisi tahanan minim ventilasi udara. Sementara itu, dia tidak memungkiri bahwa dirinya sudah lanjut usia.

“Kami cobalah hari ini (usulkan lagi). Di sana (penjara, red) susahlah, tidak ada ventilasi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Supardi menyatakan, persidangan kali ini akan menghadirkan enam saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Mereka diantaranya adalah dari pihak pelapor dan Rumah Sakit Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

“Dari pelapor dan pihak rumah sakit (Bina Estetika) rencananya dijadwalkan hadir,” katanya.

Ia menjelaskan, saksi dari pihak rumah sakit akan meyampaikan seputar apa saja yang dilakukan Ratna Sarumpaet selama dirawat di rumah sakit bedah plastik itu.

“(Saksi) dari rumah sakit akan menyampaikan apa yang ada di sana, apa yang diketahui. Berserta alat-alat buktinya,” lanjut Supardi.

Sebelumnya, majelis hakim menolak eksepsi atau nota keberatan yang disampaikan melalui kuasa hukum Ratna atas dakwaan JPU pada Selasa pekan lalu.

Ketua Majelis Hakim Joni menjelaskan, surat dakwaan JPU sudah disusun secara cermat, jelas, sehingga dapat dijadikan dasar pemeriksaan lebih lanjut atas perkara tersebut.

“Menolak eksepsi penasihat hukum terdakwa atas dakwaan jaksa penuntut umum untuk seluruhnya,” ujar Ketua Majelis Hakim Joni membacakan menolak eksepsi Ratna Sarumpaet.

JPU sendiri mendakwa Ratna dengan dakwaan tunggal. Dia didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Thn 1946 ttg Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Thn 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN Untuk Like dan Follow sosial media dibawah ini agar bisa mengetahui berita terbaru Nusanews.

Komentar Pembaca

loading...