logo

22/03/19

Ramai Dikabarkan Diusir Mahasiswa dari Kampus UIN Sumut, Ini Komentar Ngabalin

Ramai Dikabarkan Diusir Mahasiswa dari Kampus UIN Sumut, Ini Komentar Ngabalin

NUSANEWS - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin akhirnya angkat bicara terkait insiden pengusiran dari Kampus 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Jalan Sutomo, Medan, kemarin.

Lewat akun Instagramnya, Jumat (22/3/2019), Ngabalin berkilah semua yang terjadi tidaklah benar.

“Beredar berita BOHONG yang sesat dan menyesatkan publik khususnya warganet yang menyebutkan saya diusir di acara kuliah umum kamis 21 Maret di UIN SU,” tulisnya.

Menurutnya, yang terjadi adalah sejumlah mahasiswa yang tidak paham kehadirannya ke UINSU.

“Yang benar adalah saya keluar dari ruangan dan berjumpa dengan 7 rang mahasiswa gagal paham tentang kehadiran saya di kuliah umum tidak dalam kapasitas tim kampanye paslon capres cawapres tapi kehadiran saya atas undangan dan dalam kapasitas sebagai tenaga ahli kantor staf presiden RI,” ungkapnya.

“Salam saya dari Yogyakarta Jum’at dinihari 22 maret 2019 hormat, DR. Ali Mocthar Ngabalin, MA,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mahasiswa menilai Ngabalin datang untuk menyelipkan misi mengkampanyekan Capres 01, Joko Widodo.

Ngabalin sejatinya datang karena diundang sebagai menjadi pembicara ‘Dialog Publik Wawasan Kebangkasaan Menuju Kedaulatan Maritim dan Daya Saing Bangsa dalam Era Revolusi Industri 4.0’.

Suasana mendadak riuh saat Ngabalin memaparkan materi dan menayangkan video dan foto Presiden Jokowi. Terdengar teriakan mahasiswa, sebagian mengangkat simbol 2 jari.

“Kampus harus menjaga independensinya sebab Ali Mochtar Ngabalin adalah bagian dari tim kampanye nasional 01,” kata Bobby Harahap, koordinator aksi.

Dia mengatakan, tim kampanye mana pun tidak boleh berpolitik di kampus. “Kampus tidak boleh dijadikan lahan politik praktis dan lahan-lahan kepentingan pribadi. Tim sukses akan kami usir,” jelas Bobby.

Menurut pengunjuk rasa, kehadiran Ngabalin sarat muatan politik, meskipun acara dikemas dalam kegiatan dialog wawasan kebangsaan. “Masa di acara wawasan kebangsaan yang diputar foto Jokowi, sehingga suasana di dalam itu jadi ricuh,” ungkapnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN Untuk Like dan Follow sosial media dibawah ini agar bisa mengetahui berita terbaru Nusanews.

Komentar Pembaca

loading...