logo

25/03/19

Prabowo Diprediksi Kalah di Survei Charta, BPN: Hiburan untuk Jokowi

Prabowo Diprediksi Kalah di Survei Charta, BPN: Hiburan untuk Jokowi

NUSANEWS - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai hasil survei Charta Politika yang memprediksi kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin hanyalah hiburan bagi kubu petahana. Menurut BPN, masyarakat memiliki hasil survei pembanding yang menunjukkan tren penurunan elektabilitas Jokowi.

"Kami anggap itu hiburan untuk Pak Jokowi. Karena masyarakat punya data pembanding yang dikeluarkan oleh lembaga lain, semisal Litbang Kompas, Median dan PolMark, yang memperlihatkan tren elektabilitas Pak Jokowi terus mengalami penurunan dan kemungkinan 'terkunci' di bawah 50 persen," kata juru debat BPN Suhud Alynuddin kepada wartawan, Senin (25/3/2019).

Suhud menyinggung fakta di lapangan yang menurutnya menunjukkan antusiasme rendah masyarakat dalam menyambut Jokowi-Ma'ruf. Sebaliknya, antusiasme masyarakat saat menyambut Prabowo-Sandi menurutnya sangat tinggi.

"Dari fakta yang ada, kami memiliki keyakinan besar bahwa pilpres akan dimenangkan oleh pasangan Pak Prabowo-Sandi," tegas Suhud.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Penasihat BPN Hidayat Nur Wahid mengatakan saat ini banyak lembaga survei dengan hasil bermacam-macam. Ia pun meminta lembaga survei agar tidak membangun narasi bahwa temuan mereka pasti benar.

"Jadi karenanya menurut saya, pertama, rekan-rekan lembaga survei jangan juga mengultuskan diri dengan temuannya, seolah-olah itu pasti benar. Mereka juga harus memahami bahwa masyarakat Indonesia sudah cerdas, sudah tahu tentang bagaimana membandingkan antara satu lembaga survei dengan lembaga survei yang lain," ujar Hidayat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, hari ini.

Menurut Hidayat, lembaga survei seharusnya membuka secara jelas bagaimana metodologi survei dan siapa responden mereka agar lebih jelas dan objektif. Jika berkaca pada Pilgub DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, menurut Hidayat prediksi lembaga survei banyak yang keliru.

"Jadi survei ini menurut saya sebagai bagian dari masukan untuk kemudian masing-masing pihak, dalam konteks kami di BPN, kami juga punya survei. Dan dalam survei kami malah bertentangan dengan yang disebutkan oleh Charta Politika," sebut Hidayat.

Sebelumnya, lembaga survei Charta Politika memprediksi Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menang atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dalam survei tersebut, dilihat dari hasil sebelumnya, tren elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres mengalami peningkatan.

Survei itu dilaksanakan pada tanggal 1-9 Maret 2019. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 2.000 responden di 34 provinsi. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 2,19% dan tingkat kepercayaan 95%.

Periode Maret 2019, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 53,6% sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat angka 35,4%. Sebanyak 11% responden tidak tahu atau tidak menjawab. Charta politika lantas melakukan ekstrapolasi sebagai prediksi akhir Pilpres 2019.

"Dengan perolehan elektabilitas tersebut di atas, ketika dilakukan ekstrapolasi maka menghasilkan perolehan suara Joko Widodo-Ma'ruf Amin dipilih oleh (60,2%) mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (39,8%)," tulis Charta Politika dalam rilisnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...