logo

27/03/19

Polisi: Aksi Putih Intimidasi Pemilih untuk Tak ke TPS

Polisi: Aksi Putih Intimidasi Pemilih untuk Tak ke TPS

NUSANEWS - Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Wakabaintelkam) Polri Inspektur Jenderal Suntana menyebut pada hari pencoblosan nanti ada rencana kelompok tertentu datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan mengintimidasi pemilih untuk tak datang ke TPS.

Hal ini menurutnya harus dicegah karena rakyat berhak untuk menyalurkan hak suaranya.

"Ada satu kegiatan yang dilakukan pendukung salah satu paslon, untuk melaksanakan kegiatan Rabu Putih. Mereka akan berkumpul di tempat-tempat ibadah, masjid, salat subuh, sudah itu mereka akan mengintervensi, datang ke TPS, keliling. Terkesan seperti upaya intimidasi calon pemilih untuk tidak datang ke TPS untuk melaksanakan haknya," kata Suntana saat berpidato dalam Rakornas Pemantapan Penyelenggaraan Pemilu di Jakarta, Rabu (27/3).

Walaupun demikian, Suntana tidak menyebutkan paslon mana yang dimaksud.

Suntana mengajak seluruh jajaran yang hadir, mulai dari Kemendagri, kepolisian, TNI hingga pemerintah daerah untuk mencegah kegiatan ini mengintimidasi pemilih.

Dia menegaskan tidak boleh ada satu pun pihak yang mengintimidasi hak pilih warga negara.

"Jadi tolong diwaspadai kegiatan-kegiatan seperti ini, mengatasnamakan dalil-dalil agama. Tolong ini dijaga jangan sampai terjadi, supaya ini berjalan bagus," ujar Suntana.

Sebelumnya, para relawan dari dua pasangan calon berencana melakukan gerakan memutihkan TPS. Paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lewat jurkam Alkhaththath, meminta pemilih 02 untuk datang dan kawal TPS menggunakan pakaian serba putih.

"Kalau TPS sudah putih, masjid ulama sudah putih, maka jin setan tidak berani melakukan kecurangan," kata Al Khaththath dalam orasinya pada awal Maret.

Lalu hal serupa diserukan Ketua GP ansor Yaqut Cholil Qoumas. Ia meminta Banser mengawal TPS dan memilih pemimpin berbaju putih. Ia mencanangkan gerakan Rabu Putih.

"...untuk memutihkan TPS-TPS yang ada, untuk kita pilih calon presiden dan wakil presiden yang berbaju putih. Berani?" ujar Yaqut dalam orasi yang direkam dan beredar di media sosial Twitter.

"Karena di situ kiai-kiai kita berkumpul, karena di situ kita berkumpul untuk mengadang gerakan-gerakan, kelompok-kelompok, yang menginginkan negara lain selain Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucap Yaqut.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...