logo

26/03/19

OK OCE Dikritik Jadi Bencana Nasional, BPN Sindir Kartu-kartu Jokowi

OK OCE Dikritik Jadi Bencana Nasional, BPN Sindir Kartu-kartu Jokowi

NUSANEWS - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menanggapi kritik yang disampaikan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, yang menyebut OK OCE akan menjadi bencana jika dibawa ke nasional. BPN menegaskan OK OCE merupakan program yang berhasil diterapkan di DKI Jakarta.

"OK OCE itu sebetulnya program yang di Jakarta itu bisa dikatakan berhasil. Nggak gagal, dong. Jika ada satu-dua yang perlu disempurnakan, itu bukan berarti harus dibatalkan semua. Justru harus disebarluaskan semaksimal mungkin sehingga katakanlah kekurangan-kekurangan itu tadi bisa semakin dilengkapi," kata juru debat BPN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Senin (25/3/2019).

Menurut Saleh, OK OCE adalah program yang punya masa depan karena bisa membuka lapangan kerja, khususnya bagi anak muda. Saleh lalu menuding kritik yang dilemparkan TKN karena cemburu lantaran mereka tak punya program autentik.

"Saya malah curiga TKN ini cemburu dengan adanya OK OCE ini, karena ini kan program autentik, program yang genuine dari Bang Sandi. Sementara di sana belum ada saya lihat program yang autentik. Yang justru keluar hanya kartu-kartu, kartu ini, kartu itu, malah justru itu tidak autentik," tutur Saleh.

"Masa dari periode ke periode berikutnya hanya nawarin kartu saja sih? Nah, kalau kita, ini ada program yang bisa ditawarkan ke masyarakat, yang sudah terbukti berhasil. Ada banyak yang sudah berhasil gitu. Kalaupun ada kekurangan, itu yang perlu diperbaiki juga," imbuhnya.

Politikus PAN itu mempertanyakan mengapa OK OCE bisa disebut bencana jika dibawa ke nasional. Menurutnya, sudah banyak yang memberikan testimoni bahwa program tersebut adalah program yang bagus.

"Sudah banyak yang memberikan pengakuan kalau itu bagus. Masa disebut bencana nasional? Saya khawatir statement yang seperti itu bisa mematikan kreativitas. Artinya, orang-orang nanti malas berpendapat, malas mencari kreasi dan kreativitas baru. Itu tentu harus dihindari. Tidak benar ada statement seperti itu," tegasnya.

Kritik dari TKN juga mempersoalkan masih rendahnya jumlah pengusaha yang mendapatkan bantuan akses permodalan. Saleh mengatakan, jika program OK OCE ditangani pemerintah, akan semakin banyak pengusaha yang terbantu.

"Saya kira karena ini kan masih dikelola sendiri, bukan dikelola negara, artinya ini kan bukan pemerintah yang nangani. Coba kalau nanti OK OCE ini kita kelola secara benar, melibatkan katakanlah keseriusan pemerintah di dalamnya, saya kira akan berbeda hasilnya," ujar Saleh.

"Dan itu dananya kan sudah pasti ada. Di pemerintah itu kan ada juga akses permodalan di situ. Itu di Kementerian Koperasi itu dana bergulir. Di situ yang bisa dipakai. Selama ini belum dimaksimalkan secara efektif kegunaannya. Nah, kalau OK OCE ini berhasil, ya tentu dari sana bisa kita ambil. Itu ada lho dana bergulir di sana. Itu bisa dipakai itu," lanjut Saleh.

Sebelumnya, TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengkritik rencana Sandiaga Uno membawa program OK OCE ke level nasional. Menurut mereka, program itu gagal di DKI Jakarta dan akan jadi bencana jika dibawa ke nasional.

"OK OCE gagal di Jakarta, sekarang akan direplikasi ke level nasional, sama saja dengan bencana lokal menjadi bencana nasional. Dari target 40 ribu pengusaha per tahun dari program OK OCE di Jakarta, hanya 1.000 orang (2,5 persen) yang mengurus izin usaha dan 150 orang (0,38 persen) yang mendapat modal," kata Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni kepada wartawan, Senin (25/3).

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...