logo

06/03/19

Kecurigaan Mahfud MD soal Narkoba Andi Arief dan Nuansa Balas Dendam

Kecurigaan Mahfud MD soal Narkoba Andi Arief dan Nuansa Balas Dendam

NUSANEWS - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sempat terlibat debat panas dengan Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, Selasa malam, 5 Maret 2019.

Mahfud awalnya mengungkap kecurigaan soal Andi Arief telah lama menggunakan narkoba. Itu disampaikan merujuk informasi yang dia terima pada saat terlibat perang Twitter dengan Andi Arief terkait isu '7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos untuk pasangan nomor 01 di Tanjung Priok'

Andi Arief terlibat perang Twitter dengan Mahfud MD pada kurun waktu 8-10 Januari 2019 lalu. Politikus Demokrat itu 'menyerang' Mahfud MD di Twitter yang menilai isu 7 kontainer surat suara tercoblos yang dicuit Andi Arief adalah hoax. Saat itu, Mahfud curiga Andi Arief dalam pengaruh narkoba.

"Kemudian ada yang beri tahu, ‘Jangan dilayani, Pak. Itu kena tremor tangannya (Andi Arief), tremor waktu itu, berat itu. Dia kalau habis nyakitin orang dia tertawa abis itu dia takut. Karena memang ada jenis narkoba itu kalau minum dia jadi berani,’" kata Mahfud di ILC tvOne.

Sontak pernyataan Mahfud MD itu langsung disanggah kolega Andi Arief di Partai Demokrat, Rachland Nashidik. Pria yang akrab disapa Alan itu menuding Mahfud sengaja menjadikan forum ILC ini untuk balas dendam dengan menghakimi Andi Arief, tanpa diberi kesempatan untuk mengklarifikasi tuduhan Mahfud.

"Malam ini terjadi unfair, menyangkutkannya dengan kenyataan Andi Arief terlibat narkoba. Saya tidak pernah temukan Andi tangannya tremor. Hanya karena menyampaikan kalimat yang tajam kemudian dianggap sakau. Saya kira sekali lagi itu post factum dan tidak mewakili satu sense of fairness untuk Andi Arief," sahut Rachland.

Wasekjen Partai Demokrat ini keberatan dengan pernyataan Mahfud, yang seolah mengaitkan peristiwa tertangkapnya Andi Arief karena narkoba dengan debatnya terdahulu dengan Andi Arief di Twitter karena isu 7 kontainer surat suara. Menurutnya, Mahfud tidak fair menilai Andi Arief dengan tuduhan tersebut.

"Tapi yang paling berbahaya dari pernyataan Anda. Anda menggunakan karena dendam Anda dan menggunakan argumen post factum untuk menunjukkan semua argumen Anda tidak valid, kenapa? Karena dia sakau, kalau dia kritik tajam berhubungan dengan narkoba, padahal baru ketahuan sekarang. Itu di luar argumentasi Prof Mahfud, di luar etika akademis," papar Rachland.

Mahfud sendiri berdalih punya dasar atas kecurigaannya itu. Menurutnya, Andi sudah lama terindikasi sebagai pengguna narkoba. Hanya saja, pada saat itu Mahfud tidak langsung mengungkapkannya, karena tak punya bukti. "Baru ini, konfirmasi ini. Ternyata bener nih (Andi Arief pakai narkoba)," ujar Mahfud.

"Apa hubungannya antara fakta Anda tahu soal Andi Arief dengan argumen Anda dengan Andi Arief ketika berdebat? Urusannya apa?," sahut Rachland. "Ya sudah-sudah saya ngerti, saya tahu posisi Anda enggak relevan, anda tidak fair menggunakan itu untuk Andi Arief."


SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...