logo

26/03/19

Jokowi Ingatkan jangan Pilih Pemimpin Coba-coba, Fahri Hamzah: Prabowo Ikut Bawa Dia Ke Jakarta

Jokowi Ingatkan jangan Pilih Pemimpin Coba-coba, Fahri Hamzah: Prabowo Ikut Bawa Dia Ke Jakarta

NUSANEWS - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengomentari pernyataan capres nomor urut 1, Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Fahri Hamzah melalui akun Twitter @Fahrihamzah pada Selasa (26/3/18).

Mulanya, Fahri Hamzah mentautkan sebuah berita yang berisi imbauan Jokowi untuk tidak memilih pemimpin yang coba-coba.

Melihat itu, Fahri Hamzah lantas berkomentar bahwa keajaiban Jokowi adalah menganggap dirinya lebih berpengalaman.

Fahri Hamzah menilai bahwa pada tahun 2010, nama Jokowi baru terdengar.

Tak hanya itu, Fahri Hamzah menyebut bahwa yang membawa Jokowi ke Jakarta salah satunya adalah Prabowo.

Fahri lantas menyebutkan bahea Prabowo sudah membebaskan sandera MapenDuma 1996, menjadi DANJEN Kopassus dan pangKostrad dan menjadi legenda.

"Menganggap diri lebih berpengalaman itu lah salah satu keajaiban petahana. Tahun 2010-an namanya terdengar, prabowo ikut bawa dia ke Jakarta. Prabowo sudah membebaskan sandera MapenDuma 1996, menjadi DANJEN Kopassus dan pangKostrad dan menjadi legenda," tulisnya.




Diketahui, Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo ( Jokowi) mengatakan, untuk mengelola Indonesia yang memiliki 260 juta jiwa, diperlukan pemimpin yang berpengalaman.

Menurutnya, tidak mudah memimpin Indonesia yang adalah negara besar.

"Pengalaman seperti itu penting, perlu. Dari pengalaman yang saya miliki dari dunia usaha 18 tahun, jadi wali kota, lalu gubernur, sangat beda sekali. Mengelola negara besar berarti 514 kabupaten/kota, bukan hal mudah," kata Jokowi di saat menerima dukungan dari alumni Universitas Trisakti di Basket Hall kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu (9/2/2019), dikutip dari Antara.

"Jadi jangan sampai 260 juta orang ini kita coba-coba diberikan ke yang belum berpengalaman," tegasnya.

Ribuan alumni Universitas Trisakti menyatakan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil Presiden RI periode 2019-2024.

Jokowi juga mendapat rompi reformasi sebagai juara reformasi.

Ia kemudian menyatakan bahwa pengalaman penting dari sebuah kepemimpinan adalah pengalaman memimpin keluarga.

Menurutnya, kepemimpinan apapun harus dimulai dengan menata keluarga. "Semua kepemimpinan harus dimulai bagaimana kita mengelola, 'memanage' keluarga. Nah ini, urusan ini saya punya pengalaman," tambah Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan peristiwa tahun 1998 saat timbulnya reformasi yang didorong oleh demonstrasi oleh mahasiswa termasuk Universitas Trisakti saat itu adalah suatu turbulensi politik.

"Demokrasi harus semakin matang dewasa, jadi tidak ada lagi korban seperti 1998 yang merupakan sebuah peringatan bagi kita, bahwa Universitas Trisakti memberikan kontribusi besar kepada reformasi," tambah Jokowi.

Terkait dengan pembangunan infrastruktur, Jokowi mengaku bahwa dalam membangun Mass Rapid Transport (MRT) memang akan rugi karena menyelenggarakan pelayanan bagi masyarakat.

"Tapi kita putuskan subsidi Rp 3 triliun, saya perintahkan kepala dinas bagaimana menutup subsidi, akhirnya didapatkan Rp 3 triliun dengan' electronic road pricing'. Saya putuskan kita mulai pembangunan LRT/MRT. Ini adalah keputusan politik yang kita hitung. Kalau hitung untung rugi, LRT/MRT tidak akan kita bangun," jelas Jokowi.

Ia pun meminta agar pembangunan infrastruktur tidak dijadikan isu yang dibelok-belokkan.

Silakan masyarakat mau pilih jalan tol atau jalan nasional, tapi jangan dibelok-belokkan ada mengatakan 'Pak kami tidak perlu jalan tol, kami tidak makan jalan tol'. Yang nyuruh makan jalan tol ya siapa? Ini adalah pilihan-pilihan silakan, semua negara maju melakukan ini, untuk kemajuan negara kita, bangsa Indonesia," tegas Jokowi.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN Untuk Like dan Follow sosial media dibawah ini agar bisa mengetahui berita terbaru Nusanews.

Komentar Pembaca

loading...