logo

05/03/19

JK Tanggapi Penghapusan Panggilan Kafir

JK Tanggapi Penghapusan Panggilan Kafir

NUSANEWS - Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK angkat bicara terkait polemik penghapusan panggilan kafir.

Penghapusan panggilan kafir ini menuai pro kontra di masyarakat. Ada yang setuju, tapi tak sedikit pula yang menolak karena kata kafir ada di dalam Alquran.

Menanggapi hal itu, JK menegaskan bahwa poin pentingnya dalam polemik penghapusan panggilan kafit adalah rasa saling menghormati satu sama lain.

Dikatakan JK, dengan adanya rasa saling menghormati, maka ungkapan atau panggilan kafir tidak akan ada lagi.

“Bahwa kita juga saling menghormati satu sama lain, sehingga tidak pernah menyebut kau kafir, kan tidak,” ucapnya usai menghadiri acara pembukaan Rakornas Baznas di Pendapi Gedhe, Balai Kota, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Senin (4/3) malam.

Menurutnya, selama ini orang sudah jarang memanggil orang lain dengan sebutan kafir. Dan jika ada orang yang mengatakan, mengenai kata kafir ada di dalam Alquran hal itu memang benar adanya.

“Saya kira jarang orang berbicara kafir, bahwa situ ada di dalam Alquran ya pasti,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin enggan berkomentar terkait dengan polemik penghilangan panggilan kafir.

Dia justru menyarankan agar hal itu ditanyakan langsung kepada ulama.

“Kalau itu tanyakan saja sama ulama, kalau saya kan umarah. Tanyakan ke ahlinya, ahli agama ya,” ucapnya.

Sebelumnya, ulama Nahdlatul Ulama (NU) Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq setuju jika panggilan kafir itu dihapuskan.

Menurutnya, tidak ada panggilan kafir untuk warga negara Indonesia. Dan hal itu sebenarnya sudah ada sejak lama, dan kemudian ditegaskan kembali.

“Itu sebenarnya sudah ada sejak lama, dan ini ditegaskan kembali. Kalau saya setuju, saya kan pengurus NU,” kata dia.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...