logo

27/03/19

Hercules Marah Dikawal Ketat Polisi Bersenjata: Saya Bukan Teroris

Hercules Marah Dikawal Ketat Polisi Bersenjata: Saya Bukan Teroris

NUSANEWS - Hercules Rozario Marshal merasa diperlakukan berlebihan terkait pengamanan dari Tim Pemburu Preman (TPP) Polres Jakarta Barat (Jakbar). Hercules meminta TPP keluar dari ruang sidang.

"Saya bukan teroris bukan apa," kata Hercules saat masuk ke ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakbar, Jl Letjen S Parman, Rabu (27/3/2019).

Hercules masuk ke ruang sidang sekitar pukul 15.55 WIB. Ada 4 personel polisi yang mengawal masuknya Hercules. Selain pengawalan pengamanan khusus, personel polisi berseragam ikut berjaga di ruang sidang.

Setelah tim pengamanan TPP Polres Jakbar, Hercules langsung duduk di kursi terdakwa. Majelis hakim memulai pembacaan putusan perkara kekerasan terkait pendudukan area PT Nila Alam, Kalideres, Jakbar.

Hercules sebelumnya dituntut 3 tahun penjara oleh jaksa di PN Jakbar. Jaksa menilai Hercules bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, yang ancaman pidananya diatur dalam Pasal 170 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pengacara Hercules, Anshori Thoyib, secara terpisah menegaskan tidak ada fakta persidangan yang membuktikan unsur dakwaan terbukti terhadap Hercules.

Hercules, sambung Anshori, tidak melakukan perusakan atau kekerasan terhadap orang saat berada di lahan PT Nila Alam. Hercules, menurutnya, hanya menyaksikan pemasangan plang.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...