logo

05/03/19

Fahri Hamzah: Modus Kecurangannya Pencoblosan Invalid di TPS

Fahri Hamzah: Modus Kecurangannya Pencoblosan Invalid di TPS

NUSANEWS - Masuknya sebanyak 103 warga negara asing (WNA) dalam daftar pemilih tetap (DPT) dapat menjadi noda di Pemilu 2019.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebut, selain persoalan WNA itu, juga ada persoalan lain terkait pemilih yang dapat berpengaruh pada hasil pemilu. Menurutnya, setidaknya ada temuan 15 juta data invalid atau data ilegal dalam daftar pemilih.

"Modus kecurangannya itu adalah pencoblosan invalid di TPS (tempat pemungutan suara). Itu modusnya. Jadi, sekarang ini ada 15 juta invalid yang tak bisa diverifikasi oleh KPU," jelasnya di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (5/3)

"Sedangkan KPU ini tertutup dengan 15 juta invalid ini. 15 juta invalid itu sekitar delapan, sembilan persen (suara nasional). Delapan, sembilan persen adalah kartu suara yang ilegal yang bisa dicoblos di manapun," lanjut Fahri.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan, adanya data-data keliru pun sudah diakui oleh Komisi Pemilihan Umum. Hanya saja, hingga kini belum ada upaya perbaikan.

"KPU mengakui data-data yang aneh itu tapi tidak dibersihkan sampai sekarang. Karena dilacak-lacak data yang ada sama mereka itu masih ada invalid itu," kata Fahri.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...