logo

26/03/19

BPN Soal Kampanye Hologram: Jokowi Gunakan Strategi 'Saving Face'

BPN Soal Kampanye Hologram: Jokowi Gunakan Strategi 'Saving Face'

NUSANEWS - Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin meluncurkan kampanye hologram. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai kampanye hologram merupakan strategi menyelamatkan 'muka' pasangan nomor urut 01.

"Jadi aku pikir ini adalah solusi mereka untuk saving face, ya kan. Orang Asia itu kan nggak mau dipermalukan ya. Lah kalau yang hologram ditampilkan nggak ada, orangnya (pendukungnya) nggak ada masalah toh, ya," kata Juru Bicara BPB Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa saat dimintai tanggapan, Senin (25/3/2019).

Dian lalu menyinggung soal situasi saat Prabowo ataupun Sandiaga kampanye di daerah seperti di Merauke dan Makassar. Dia menyebut antusiasme warga membuat Prabowo-Sandiaga tak pernah berpikir membuat kampanye hologram.

"Coba lihat Prabowo di Merauke. Ngumpulin orang di Merauke mesti lewatin gunung, lewatin sungai, tapi mereka datang," jelasnya.

"Ini kemarin di Facebook saya, saya nggak pakai promosi. Saya posting beberapa gambar dan video Pak Prabowo di Makassar, terus ada yang komentar, 'Bu saya naik bis 12 jam, perjalanan saya 498 km sampai ke Makassar untuk bisa melihat Pak Prabowo," imbuh Dian sambil memberikan screenshoot kolom komentar Facebook-nya.

Dian menyebut dalam beberapa kali kampanye di daerah, respons masyarakat terhadap Jokowi-Ma'ruf kurang antusias. Menurutnya, atas dasar itulah Jokowi-Ma'ruf meluncurkan kampanye hologram.

"Makanya kalau sampai yang namanya Jokowi menggunakan hologram ini kan dia saving face, strateginya saving face. Kalau orang nggak datang, dia nggak malu-malu amatlah, orang hologram," sindir anak AM Fatwa itu.

Sebelumnya, cawapres Ma'ruf Amin meluncurkan kampanye Hologram saat Tabligh Akbar di Lebak, Banten. Ma'ruf mengatakan teknologi digital itu adalah buatan anak bangsa.

"Iya buatan anak-anak kita sendiri. Saya saja baru tadi pagi, itu sudah bisa jadi. Saya kira ini luar biasa," ujar Ma'ruf di Jayabaya Group, Lebak, Banten, Senin (25/3).

Ma'ruf mengaku dalam kampanye yang dibatasi oleh waktu dan jarak, membuat penggunaan hologram sangat efektif. Selain itu penggunaan hologram juga sebagai pengenalan teknologi pada masyarakat Indonesia.

"Ya pertama tentu tidak mungkin datang ke semua daerah. Sehingga perlu adanya media yang bisa Pak Jokowi dan saya datang ke berbagai daerah lebih banyak melalui hologram. Kedua, juga kita ingin memberikan semacam pembelajaran pada masyarakat terutama milenial bahwa kita bisa menggunakan teknologi untuk berkomunikasi," lanjutnya.


© NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...