logo

06/02/19

Tuduh Prabowo Sewa Konsultan Asing, Jokowi Perburuk Citra Sendiri

Tuduh Prabowo Sewa Konsultan Asing, Jokowi Perburuk Citra Sendiri

NUSANEWS - Ibarat menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Pribahasa ini sesuai dengan apa yang dialami oleh calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi).

Menuduh Prabowo Subianto menggunakan konsultan asing, belakangan malah ramai berita Jokowi menyewa jasa Stanley B. Greenberg, PhD, konsultan ternama dari Amerika Serikat di Pilpres 2014 berdar luas .

"Jika petahana menyerang dan beliau pernah menggunakan konsultan asing fatal. Ini bisa berdampak buruk dalam political imaging atau pencitraan politiknya," kata pengamat politik dari Indonesian Public Institute Jerry Massie kepada Kantor Berita Politik RMOL melalui pesan singkat, Rabu (6/2).

Namun demikian, Jerry menganggap permasalahan itu belum final, karena dia mempertanyakan kebenaran Jokowi menggunakan konsultan Stanley B. Greenberg, PhD ini. Sebab, menurutnya menggunakan konsultan asing perlu ada pengkajian komprehensif, objektif dan sistematis.

"Apa beda pekerja asing dan konsultan asing. Apalagi berutang ke asing. Bisa saja strategi dan ilmunya diambil," kata dia.

Jika Jokowi menggunakan konsultan asing ini merupakan strateginya, maka Jokowi tidak boleh melarang ke kompetitornya dengan menggunakan cara yang sama.

"Kalau ada kemungkinan kubu lawan menggunakan konsultan asing tak perlu dipersoalkan," ujar dia.

Jokowi menuding Prabowo menggunakan konsutan asing saat kampanye di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Salah satu isu yang diulas Jokowi adalah propaganda Rusia yang menyebar hoax.

Setelah Jokowi melemparkan tuduhan, beredar pemberitaan yang menyebutkan Jokowi adalah salah seorang klien ahli strategi politik ternama asal AS, Stanley B. Greenberg, PhD.

Selain Jokowi, Greenberg menyebut sejumlah tokoh dunia masuk dalam daftar kliennya. Mereka adalah adalah mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, senator Amerika Serikat John Kerry, Mantan Kanselir Jerman Gerhard Shroder.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk bisa tahu berita terbaru Nusanews, silahkan Like dan Follow sosial media dibawah ini:

Komentar Pembaca

loading...