logo

26/02/19

Tokoh Tionghoa Sesalkan Imlek Nasional Jadi Ajang Penggalangan Dana Capres

Tokoh Tionghoa Sesalkan Imlek Nasional Jadi Ajang Penggalangan Dana Capres

NUSANEWS - Perayaan Imlek Nasional di JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat, Minggu (10/2) lalu mengundang reaksi beragam dari kalangan Tionghoa.

Sebab, meski disebut murni acara perayaan Imlek bersama putra putri Kalimantan Barat yang tergabung dalam Perhimpunan Tionghoa Kalimantan Barat (PTK) Indonesia, acara itu dinilai sarat muatan politik.

Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma menengarai penggalangan dana dalam perayaan Imlek tersebut dimaksudkan untuk pemenangan salah satu pasangan calon presiden.

"Kegiatan-kegiatan sosial keagamaan yang diarahkan untuk tujuan politik tertentu itulah yang membuat citra Tionghoa semakin buruk di mata warga masyarakat lainnya negeri ini," ujar Lieus kepada redaksi, Selasa (26/2).

Meskipun retorika panitia menyebut acara itu untuk persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan NKRI, menurut Lieus, tetap tidak bisa dipungkiri arah kegiatan semacam itu.

"Apalagi selama ini di media sosial beredar pernyataan dari sejumlah penggagas acara ini tentang berbagai rumor yang menjelek-jelekkan paslon capres lainnya," ujar Lieus.

Di antaranya, tambah Lieus, pernyataan mereka bahwa Pancasila akan dihapus serta bahaya yang mengancam orang Tionghoa kalau pasangan Prabowo-Sandi menang Pilpres hanya karena didukung PKS, FPI dan lain-lain.

"Pernyataan-pernyataan itu sama sekali tak berdasar. Lebih sebagai ketakutan sejumlah orang Tionghoa karena ketidaktahuan mereka saja," jelas Lieus.

Lieus yang selama ini akrab dengan berbagai organisasi Islam itu tegas membantah rumor Islam garis keras akan menghapus Pancasila dari negeri ini.

"Sebutan Islam garis keras itu hanya dihembus-hembuskan oleh orang-orang yang alergi sama Islam," katanya.

Lieus berharap orang Tionghoa untuk lebih cerdas menyikapi dinamika politik yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

"Orang Tionghoa hendaknya tidak mudah terprovokasi oleh rumor dan kebohongan yang sengaja disebarkan orang tak bertanggung jawab atau menyebarkan pernyataan-pernyataan yang tak ada dasarnya," ujar Lieus lagi.[wid]

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...