logo

15/02/19

Survei Terbaru: Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo Hanya Terpaut 3,93 Persen

Survei Terbaru: Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo Hanya Terpaut 3,93 Persen

NUSANEWS - Dua bulan jelang pencoblosan 17 April 2019, lembaga survei Indomatrik merilis survei terbarunya, Jumat (15/2/2019).

Hasilnya, kini selisih elektabilitas pasangan Capres-Cawapres petahana Jokowi-Ma'ruf Amin hanya terpaut 3,93 atas sang rival, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Selisih elektabilitas dua pasangan Capres-Cawapres bersaing ketat," kata Direktur Riset Lembaga Survei Indomatrik, Syahruddin YS di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019).

"Selisih elektabilitas antara keduanya di angka 3,93 persen ini karena dampak penilaian masyarakat terhadap rendahnya kinerja Jokowi yang tidak sesuai dengan janji kampanye 2014," jelas Syahruddin.

Dari selisih angka tersebut, Prabowo-Sandi mendapatkan simpati publik sebesar 44,04 persen, sedangkan Jokowi -Ma’ruf 47,97 persen.

Sementara mereka yang belum menentukan pilihan atau swing voter tapi akan berpartisipasi dalam Pilpres sekitar 7,99 persen.

Syahruddin menjelaskan, elektabilitas Prabowo-Sandi yang bertengger di angka 44,04 persen ini disebabkan oleh beberapa asumsi responden. Diantaranya, alasan menginginkan perubahan, mampu memperbaiki ekonomi, mampu membawa Indonesia lebih baik, dan figur Prabowo-Sandi yang dipandang berkarakter tegas dan berwibawa.

Sementara figur Jokowi-Ma’ruf memperoleh elektabilitas sebesar 47,97 persen karena dianggap kerjanya terlihat, memberikan bantuan berupa materi terhadap warga, merakyat dan berpengalaman.

Ia mengungkapkan, hasil yang sangat ketat ini merupakan modal bagi Capres-Cawapres Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf untuk bekerja lebih keras lagi dalam mencari simpati masyarakat demi memenangkan pertarungan di 17 April 2019 mendatang.

"Namun, keunggulan elektabilitas dibawah 10 persen bagi incumbent sangatlah riskan. Karena waktu yang masih tersisa dua bulan kedepan merupakan peluang dan kesempatan pasangan Prabowo-Sandi dalam mengejar ketertinggalan," pungkas Syahruddin.

Survei Indomatrik ini dilakukan pada 21-26 Januari 2019 dan dilaksanakan secara proporsional di 34 provinsi.

Responden merupakan para pemilih yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah dan terdaftar di KPU sebagai pemilih yang memiliki hak pilih dalam Pilpres 17 April 2019.

Selanjutnya random di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa, kampung/RW/RT, penyebaran wilayah di 50 persen perkotaan dan 50 persen pedesaan.

Sedangkan jumlah sampel responden yang diambil sebanyak 1.800 orang. Penentuan responden dilakukan secara random sistematis, dengan margin of error + 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...