logo

13/02/19

Politisi Hanura Minta Program Maghrib Mengaji dan Subuh Berjamaah Diundur Usai Pilpres

Politisi Hanura Minta Program Maghrib Mengaji dan Subuh Berjamaah Diundur Usai Pilpres

NUSANEWS - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Hasan Basri Umar mengatakan program Maghrib mengaji dan Subuh berjamaah sebaiknya diterapkan usai pelaksanaan Pilpres 2019. Sebab program tersebut rawan disalahgunakan untuk kepentingan kampanye.

"Program tersebut sebetulnya baik. Maksudnya kan agar menekan kenakalan remaja agar mau beraktifitas positif terutama mendalami kegiatan agama. Tapi nantinya kalau ada jamaah yang mendukung salah satu peserta pemilu, akibatnya bisa disalahgunakan untuk hal-hal bersifat kampanye," kata Hasan di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/2/2019), dikutip dari Harian Umum.

Politisi Hanura tersebut menyarankan agar program Maghrib mengaji dan Subuh berjamaah dilaksanakan sesudah pelaksanaan Pemilu bulan April mendatang. "Lebih baik sesudah Pemilu saja deh. Karena kalau sekarang kan tahun politik. Nantinya apa-apa dikaitkan dengan isu politik," ujar Hasan.

Hasan berharap program tersebut akan berjalan efektif sesuai tujuannya. "Tujuannya kan untuk menekan kenakalan remaja. Penerapannya harus dilakukan dengan cermat dengan melibatkat pemuka agama. Sehingga nantinya penerapan program tersebut efektif," urainya.

Seperti diketahui program Maghrib mengaji dan Subuh berjamaah digagas Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Pemprov DKI memberi sinyal positif pada program itu.

Gubernur Anies Baswedan mengaku tak mempermasalahkan jika program tersebut dijalankan. "Sebagai inisiatif masyarakat, program tersebut bisa jalan terus, tidak ada masalah," kata Anies beberapa waktu lalu.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk bisa tahu berita terbaru Nusanews, silahkan Like dan Follow sosial media dibawah ini:

Komentar Pembaca

loading...