logo

07/02/19

Pengusaha Menjerit, Kargo Udara Naik 300% dan Tol Mahal

Pengusaha Menjerit, Kargo Udara Naik 300% dan Tol Mahal

NUSANEWS - Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspedisi Ekspres Indonesia (Asperindo) mengeluhkan tingginya tarif kargo udara. Tarif angkutan logistik menggunakan pesawat itu disebut terus mengalami kenaikan.

Asosisasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) dan Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) juga mengeluhkan mahalnya tarif tol Trans Jawa.

Kondisi kondisi tersebut membuat para pelaku usaha di bidang logistik menjerit.

Tarif Kargo Udara Naik 300%

Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah

Ketua Umum Asperindo Mohamad Feriadi menyebut kenaikan tarif kargo udara sudah naik hingga 300%. Kenaikan terjadi sejak Juni 2018 hingga Januari 2019.

"Persentase kenaikan total mencapai lebih dari 300%. Makanya tinggi sekali. Kenaikan itu terjadi pertama sejak Juni 2018. Sampai Januari ini naik dua kali total 300% lebih," katanya ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Pihaknya sebagai pengusaha logistik tentu sangat terbebani dengan kondisi tersebut. Pasalnya mereka cukup mengandalkan kargo udara yang disediakan maskapai penerbangan.

"Asperindo itu adalah asosiasi perusahaan jasa pos logistik Indonesia. Karena karakteristik kami adalah ekspres maka kami banyak melakukan pengiriman jasa menggunakan pesawat," jelasnya.

Pihaknya, kata dia tidak menduga akan terjadi kenaikan jasa kargo udara secara signifikan.

"Maskapai sudah melakukan kenaikan tarif berkali-kali. Sampai Januari pun kalau saya bicara Garuda, di bulan Januari ini saja sudah melakukan kenaikan sampai dua kali," sebutnya.

Pilih Patungan Sewa Pesawat

Ilustrasi/Foto: Hasan Al Habshy

Ketua Umum Asperindo Mohamad Feriadi mengatakan, dia bersama para anggotanya sedang mencari cara menghadapi kondisi tersebut. Mereka berencana untuk patungan mencarter pesawat. Hal itu diperkirakan bisa membuat ongkos logistik lebih murah.

"Nanti kita akan lihat ya bahwa dengan menggunakan charter flight (pesawat) mudah-mudahan harganya jauh lebih bisa diterima oleh anggota Asperindo," katanya ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Rencana tersebut pun masih terus dibahas guna mengakali mahalnya tarif kargo udara. Namun pihaknya berupaya itu bisa diimplementasikan sesegera mungkin.

Menurutnya nanti biaya carter akan diurus melalui koperasi yang dibentuk asosiasi tersebut.

"Asperindo punya koperasi dan bekerja sama dengan salah satu operator dan ini nanti anggota akan pakai melalui koperasi Asperindo," sebutnya.

Namun pihaknya masih ingin duduk bareng pengusaha maskapai untuk membicarakan mahalnya tarif kargo pesawat.

Tol Mahal Juga Dikeluhkan

Foto: Sugeng Harianto
Wakil Ketua Umum Aptrindo Nofrisel mengatakan mahalnya tarif tol membuat ongkos operasional pengiriman naik dua kali lipat dibandingkan lewat Jalan Pantura. Kenaikan 2 kali lipat itu sangat signifikan.

"Intinya kita bisa bandingkan selama ini hanya sekitar Rp 500-an ribu atau Rp 600-an ribu, sekarang bisa Rp 1 juta lebih, kan cukup siginifikan," katanya usai melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Pengusaha logistik meminta tarif tol Trans Jawa diturunkan karena dianggap kemahalan. Salah satunya ALI meminta tarif turun hingga 50%.

"Biaya tol, kalau kita suruh bayar nggak bisa segitu, setengahnya, (tarif turun) kalau bisa setengahnya," kata Wakil Ketua Umum ALI Mahendra Rianto usai melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Dia juga meminta agar tol yang sudah lama beroperasi dapat menyesuaikan penurunan tarif.

"Kedua ada sesi-sesi yang memang sebetulnya memang sudah lama dipakai (tarifnya) dikurangi dong, contohnya (ruas tol) Jakarta-Cikampek, sudah berapa tahun itu mestinya diturunin. Kemudian (tol) Jagorawi sudah dari tahun 78/80 ya, turunin gitu lho," sebutnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk bisa tahu berita terbaru Nusanews, silahkan Like dan Follow sosial media dibawah ini:

Komentar Pembaca

loading...