logo

07/02/19

Pemilih Islam Jokowi Menurun, Pemilih Non-Muslim Melonjak Drastis

Pemilih Islam Jokowi Menurun, Pemilih Non-Muslim Melonjak Drastis

NUSANEWS - Hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan jika pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dikategori pemilih Islam dengan perbandingan angka 49,5 persen melawan 35,4 persen yang memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Demikian pula di pemilih minoritas Jokowi kembali unggul dengan angka 86,5 persen berbanding 4,7 persen.

Meski demikian jika di akumulasikan selama 5 bulan ke belakang, pemilih Jokowi-Ma'ruf di kantong suara Islam grafiknya menurun. Namum, penurunannya tidak begitu sifnifikan.

"Dalam kurun waktu 5 bulan, dukungan atas Jokowi-Ma'ruf sedikit menurun di kalangan pemilih muslim," ujar Peneliti LSI, Adjie Alfaraby di kantor LSI Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (7/2).

Tercatat di Agustus 2018, pemilih Jokowi di kategori kantong suara Islam sebanyak 52,7 persen, kemudian di turun menjadi 49,5 persen di September. Sempat menguat di Oktober menjadi 53,7 persen. Namun, kembali turun sebulan kemudian menjadi 49,0 persen. Berlanjut di Desember 50,0 persen dan ditutup 49,5 persen di Januari 2019.

Hal itu berbanding lurus dengan penguatan pemilih Islam terhadap Prabowo-Sandi. Pada Agustus 2018 mereka mendapat dukungan 27,9 persen, kemudian naik menjadi 32,1 persen di September.

Sempat turun sedikit di Oktober menjadi 31,7 persen, sebelum akhirnya menguat sebulan kemudian menjadi 35,2 persen. Di akhir tahun kembali turun menjadi 33,5 persen, dan menguat kembali di Januari 2019 menjadi 35,4 persen.

"Dalam kurum waktu 5 bulan, dukungan atas Prabowo-Sandi meningkat di kalangan pemilih muslim," imbuh Adjie.

Meski demikian, di kategori kantong suara pemilih minoritas atau non-islam, Jokowi-Ma'ruf mengalami penguatan signifikan. Pada Agustus 2018 hanya 47,5 persen kaum minoritas yang memberikam dukungan. Hanya butuh 1 bulan melonjak menjadi 81,2 persen.

Kemudian di Oktober 2018 menjadi 80,8 persen. Sempat anjlok di Novermber menyisakan 63,3 persen, kemudian naik lagi di akhir tahun menjadi 82,9 persen. Dan terakhir di Januari 2019 menjadi 86,5 persen.

"Selama 5 bulan terakhir, dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf sangat melonjak signifikan di kalangan pemilih minoritas," tegas Adjie.

Berbanding terbalik dengan Jokowi, pemilih minoritas di kubu Prabowo-Sandi turun drastis. Jika pada Agustus 2018 ada 43,6 persen, setelah satu bulan kemudian anjlok ke angka 7,5 persen.

Pada Oktober hanya bergerak sedikit ke angka 10,7 persen. Kemudian berlanjut 21,7 persen di November, serta 10,5 persen di Desember. Dan ditutup dengan 4,7 persen di Januari 2019.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...