logo

23/02/19

Panglima TNI Tebar Ancaman, Profesor Singgung Anak Iblis, Moeldoko Ajak Perang Total

Panglima TNI Tebar Ancaman, Profesor Singgung Anak Iblis, Moeldoko Ajak Perang Total

NUSANEWS - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyayangkan postingan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di akun Twitter soal ajakan mencoblos pada Pemilu 2019.

Dalam cuitannya, Marsekal Hadi menyatakan menjamin keamanan pemilih sampai di TPS. Siapa pun yang mencoba mengganggu, akan berhadapan dengan TNI dan Polri.

“Sekarang Panglima TNI menebar ancaman, atas nama kekacauan. Setelah kemarin Profesor plin-plan,” kata Andi Arief di akun @AndiArief__, Sabtu (23/2/2019).

Andi Arief juga menyinggung pernyataan mantan Panglima TNI, Moeldoko yang menyatakan saatnya mulai perang total. Ia juga menyesalkan pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang menyinggung anak iblis.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief

“Mantan panglima TNI menyatakan perang total, Panglima TNI menebar ancaman pada rakyat. Sebelumnya seorang Profesor menciptakan anak iblis,” sambung Andi Arief.

Panglima TNI Marsekal Hadi sebelumnya memposting ajakan mencoblos di akun @TjahjantoHadi. Dalam postingannya, Marsekal Hadi menyelipkan ancaman. Cuitan itu kemudian dihapus setelah dua sampai tiga jam.

“Jangan pernah takut gunakan hak pilih dalam Pemilu 2019, apapun pilihan Anda, karena nyoblos itu Keren!. Saya & Pak Tito beserta seluruh prajurit TNI & Polri menjamin keamanan hingga ke TPS. Ingin membuat kekacauan? Bersiaplah berhadapan dengan kami! TNI-Polri Benteng NKRI,” tulis Panglima TNI.

Cuitan Panglima TNI Marsekal Hadi di Twitter

Andi Arief lantas mengomentari postingan itu. Ia mengatakan, rezim yang kritis akan menebar ancaman lewat tentara dan intelektual tukang. Dan, pemilu dalam ketegangan kalau yang berkuasa menebar ancaman lewat aparat bersenjata.

“Kekacauan yang dinyatakan Panglima TNI dan Profesor plin-plan adalah judul besar propaganda agar ada dasar legitimasi buat TNI dan Polri untuk berpihak,” tutup Andi Arief sebelum postingan Panglima TNI itu menghilang.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin, Moeldoko menegaskan bahwa saat ini timnya sudah masuk dalam strategi kampanye perang total.

“Kami nyatakan sudah mulai perang total. Kami sudah menentukan center of gravity dari pertempuran itu, sehingga kami tahu harus bagaimana,” ujar Moeldoko di Markas TKN, Gedung High End, Jakarta pada Rabu, 13 Februari 2019.

Namun, mantan Panglima TNI ini membantah bahwa alasan strategi perang total digunakan akibat elektabilitas calon presiden inkumben Jokowi yang cenderung stagnan di 62 hari menuju hari-H pencoblosan pemilihan presiden 2019.

“Enggak (karena stagnan). Perang total ini karena kami tidak ingin menang dengan persentase rendah. Kami ingin optimum. Target yang kami harapkan masih 70 persen,” ujar Moeldoko.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

Terpisah, Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Prof Machfud MD menegaskan para pelaku pembuat hoaks adalah setan, atau lebih pasnya anaknya iblis.

“Menurut saya, yang buat hoaks ini bukan salah satu kubu dari dua pasangan calon presiden yang akan berkontestasi di Pemilihan Umum 2019, melainkan pihak ketiga yang memang sengaja ingin mengadu domba,” kata Mahfud MD di Surabaya, Kamis (21/2/2019).

Mantan Ketua MK itu menyayangkan dari kedua kubu pasangan calon presiden yang termakan hoaks lantaran adanya pihak ketiga yang dengan sengaja memecah belah.

“Fitnah-fitnah melalui hoaks ini selalu diproduksi pihak ketiga meskipun telah diluruskan,” katanya.

Mahfud MD

Mahfud mengatakan, hoaks ini sengaja diciptakan dan kemudian terjadi aksi saling tuding di tengah masyarakat berdasarkan ikatan primordial.

“Hoaks ini selalu diproduksi dengan mengatasnamakan perjuangan, namun justru mengoyak ikatan kebangsaan,” pungkas Mahfud.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...