logo

22/02/19

Kampanye 'Gelap' Menteri Nasir, Demokrat Sindir Monoloyo Era Orba

Kampanye 'Gelap' Menteri Nasir, Demokrat Sindir Monoloyo Era Orba

NUSANEWS - Demokrasi Indonesia era Presiden Joko Widodo seolah balik arah dan tidak ada bedanya dengan orde baru.

Demikian Wakil Sekjen Partai Demokrat Renanda Bachtar merespons pidato Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir seakan mengarahkan mencoblos pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Maruf.

"Sama itu, kalau dulu dikenal dengan istilah Monoloyo alias satu loyalitas," ujar Renanda kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (22/2).

Nasir sebelumnya saat menghadiri Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-24 di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, mengajak mahasiswa untuk menggunakan hak pilih dengan baik jangan sampai golput.

"Karena itu, silakan anda memilih dengan nurani saudara. Oleh karena itu, dalam hal ini jangan sampai dicoblos dua. Dicoblos dua, batal itu namanya nanti ya. Dicoblos hanya satu saja. Satu saja, jangan coblos dua. Satu saja supaya benar," kata Nasir.

Renanda menyebut sejak orde baru berakhir, belum pernah ada kasus pejabat negara yang melakukan kampanye untuk petahana baik secara tersirat apalagi terbuka.

"Pejabat publik mulai dari menteri sampai ke eselon lebih rendah berkampanye untuk Presiden yang menjadi Capres ini tidak pernah terjadi di era Habibie, Gus Dur, Megawati dan SBY," jelas Renanda.

Akibat ulah para menterinta, sambung Renanda, jangan berharap mendapat simpati publik, justru suara Jokowi akan terus merosot jika memaksakan menggunakan pejabat negara untuk kampanye.

"Alih-alih ingin dapat dukungan meluas, cara-cara seperti ini malah bisa kontraproduktif," demikian Renanda.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...