logo

23/02/19

“Jika Engkau Tidak Menangkan Kami, Kami Khawatir Ya Allah, Tak Ada Lagi yang MenyembahMu”

“Jika Engkau Tidak Menangkan Kami, Kami Khawatir Ya Allah, Tak Ada Lagi yang MenyembahMu”

NUSANEWS - Mendadak, Neno Warisman menjadi pergunjingan publik. Hal itu terkait doa yang ia panjatkan di atas panggung Munajat 212 di Monas, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Di atas panggung itu, ia dianggap telah mengancam Allah SWT melalui doa yang dibalut menjadi puisi.

Dalam doa tersebut, ia meminta agar Allah mau mengabulkan doanya untuk mendapatkan memenangkan golongannya.

Atau jika tidak, dirinya khawatir tak akan ada lagi yang mau menyembah Allah SWT.

“Jika Engkau tidak menangkan kami, kami khawatir Ya Allah, kami khawatir Ya Allah, tak ada lagi yang menyembahMu,” demikian penggalan puisi doa tersebut.

Warganet pun menganggap bahwa kalimat itu adalah sesuatu yang tak pantas diucapkan. Alasannya, terkesan memaksa dan mengancam Allah jika tak memenangkan mereka.

Seperti yang disampaikan Muhammad AS Hikam melalui akun Facebook pribadinya menanggapi doa perempuan yang menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Sukses Prabowo-Sandi itu.

Mantan Menteri Negara Riset dan Teknoloi itu menganggaop doa Neno itu sebagai ‘doa manusia takabur’ dengan menyertakan video Neno Warisman.

Berikut tanggapan lengkap Muhammad AS Hikam terkait doa Neno Warisman dikutip PojokSatu.id dari laman Facebook pribadinya:

DOA MANUSIA TAKABUR

Sifat TAKABUR (arogan, sombong) bukan hanya ditujukan terhadap sesama manusia, tetapi bisa juga ditujukan terhadap Tuhan. Pemilik sikap takabur menganggap dan mengklaim, dirinya sudah demikian hebat sehingga Tuhan pun dianggap semacam “suruhan” yang kalau perlu diancam-ancam.

Maka ketika dia dalam posisi berdoa pun, dia mengingkari fakta bahwa posisi dirinya di hadapan Tuhan adalah pihak yang ASOR. Bukan sebaliknya.

Maka itu walaupun disembunyikan dengan gaya yang sok sedih dan mengharu biru, “doa” si manusia takabbur juga bukan meminta dan memohon, tetapi MEMAKSA. Seakan akan kalau Tuhan tidak memenuhi doanya, maka DIA akan kehilangan pengikut dan penyembahNya!

Padahal, Tuhan TAK MEMERLUKAN persembahan, sesembahan, dan pengikut. Seandainya seisi langit dan jagad raya ini tidak patuh kepadaNya pun, DIA tetap berkuasa atas semuanya dan tak memerlukan dukungan mereka.

Karena pada hakekatnya, manusialah yang memerlukan pertolonganNya. Manusialah yang perlu bantuanNya. Manusialah yang perlu petunjuk dan hidayahNya. Itulah sebabnya ada doa dan MUNAJAT, sebagai ekspressi pengakuan lemahnya manusia di hadapan Tuhan.

Doa yang bernuansa “mengancam” dan “memaksa” Tuhan adalah kesombongan atawa ketakaburan. Ia muncul karena nafsu keserakahan dan menang2an. Perlu dipertanyakan, apakah manusia takabur tsb, walaupun mengaku beragama, apakah beriman dan paham tentang sifat2 Tuhan?

KETAKABURAN membuat manusia menjadi LUPA DARATAN!

Berikut video penggalan doa Neno Warisman di panggung Munajat 212:



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...