logo

05/01/19

Yusril Sarankan Polisi Tak Garap Ustadz Tengku Zulkarnain, Nanti Repot Sendiri

Yusril Sarankan Polisi Tak Garap Ustadz Tengku Zulkarnain, Nanti Repot Sendiri

NUSANEWS - Kuasa Hukum pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Jokowi-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menyarankan agar polisi mengabaikan pelaporan Ustadz Tengku Zulkarnain yang sempat menyebarkan hoax 7 kontainer surat suara tercoblos.

Sebagaimana diketahui, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadz Tengku Zulkarnain dilaporkan oleh salah satu kelompok masyarakat karena diduga ikut menyebarkan konten hoax terkait tujuh kontainer berisi kertas suara Pilpres yang sudah tercoblos paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf.

“Polisi sebaiknya fokus cari pelaku pertama yang menulis konten hoax tersebut dan memviralkannya di media sosial,” kata Yusril kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (5/1/2018).


Advokat senior yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu menjelaskan, Tengku Zulkarnain jelas bukan pelaku utama hoax tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos.

Dikatakan Yusril, Zulkarnain memang sempat mempertanyakan konten hoax surat suara tersebut di akun twitter miliknya. Namun baru saja diposting dan diretwit beberapa orang, dia langsungsung menghapus twit tersebut karena mendapat informasi bahwa konten itu ternyata hoax.

“Oleh karena sifat twit Tengku Zulkarnain masih bersifat mempertanyakan, maka ada alasan pemaaf/pembenar pada beliau sehingga menghapuskan sifat pidana sebagai penyebar konten hoax tanpa menelitinya lebih dahulu,” ujar Yusril.


Yusril menegaskan, hoax memang harus diperangi karena mengganggu masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. Namun penegakan hukum terhadap dugaan pelakunya tetap harus menjunjung tinggi azas kehati-hatian agar tidak kontra produktif.

“Tengku Zulkarnain adalah ulama yang berwibawa dan disegani,” kata Yusril.

Oleh karena itu, lanjut Yusril, mengambil langkah hukum terhadap Zulkarnain harus ekstra hati-hati. Jangan sampai berkembang lagi isu kriminalisasi ulama yang justru akan jadi boomerang bagi penegakan hukum yang adil dan obyektif.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...