logo

20/01/19

Ungkap Perbincangan dengan Ba'asyir, Yusril: Hati Saya Tak Yakin soal Terorisme

Ungkap Perbincangan dengan Ba'asyir, Yusril: Hati Saya Tak Yakin soal Terorisme

NUSANEWS - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengaku membujuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) demi bebasnya Ustaz Abu Bakar Ba'asyir. Yusril mengatakan tak yakin bila Ba'asyir terkait dengan terorisme.

Yusril mengatakan ini terkait mekanisme pembebasan Ba'asyir. Ba'asyir sebetulnya sudah memenuhi syarat untuk menempuh pembebasan bersyarat karena sudah menempuh dua pertiga masa hukuman dari 21 tahun vonis yang dijatuhkan kepadanya.

"Nah kalau bebas bersyarat kepada Abu Bakar Ba'asyir ini karena beliau ini pidananya terorisme. Terlepas daripada beliau teroris atau bukan, tapi secara hukumnya beliau sudah putus inkrah karena kejahatan terorisme. Hati saya sendiri tidak yakin beliau itu terorisme," ucap Yusril dalam jumpa pers bersama Tim Pengacara Muslim (TPM) di The Law Office of Mahendradatta, Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (19/1/2019).

Yusril mengatakan sudah berupaya melindungi Ba'asyir saat dirinya menjabat sebagai Menteri Kehakiman. Kali ini dia ingin menunaikan janji untuk membantu narapidana terorisme tersebut.

"Saya waktu jadi Menteri Kehakiman berjanji kalau ketemu beliau membantu beliau. Saya mengatakan Ustaz Abu insyaallh selama saya menjabat tidak akan ditangkap dan saya akan lindungi terus. Saya sudah menunaikan lagi," tuturnya.

Jokowi sendiri sudah setuju soal pembebasan Ba'asyir yang didasarkan pada alasan kemanusiaan mengingat usia yang sudah uzur. Ba'asyir pun akan bebas tanpa syarat.

Ba'asyir sendiri sebenarnya sudah berhak bebas bersyarat pada 13 Desember 2018. Namun Ba'asyir tak mau mengambil opsi tersebut karena diharuskan meneken surat ikrar setia NKRI.

Yusril kemudian mencari jalan keluar agar Ba'asyir bisa bebas tanpa syarat. Yusril juga mengaku berkomunikasi dengan Presiden Jokowi.

"Saya bilang gimana kalau kita cari jalan keluar dari ini. Kemudian kita cari jalan keluar apalagi usia sudah uzur," terang Yusril.

Hingga akhirnya, Jokowi setuju dengan rencana pembebasan Ba'asyir tanpa syarat. Yusril menyebut presiden bisa mengesampingkan peraturan menteri.

"Jadi cari jalan keluar, ini namanya bebas bersyarat tapi ini kan bebas bersyarat ada suratnya. Kalau kita lunakkan bagaimana? Apalagi Ba'asyir sudah bilang kalau memang harus taat Pancasila (yang) sejalan dengan Islam, kenapa tidak taat pada Islam saja," tuturnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...