logo

10/01/19

Tim Jokowi Minta SBY Tegur Andi Arief, PD: Kalau Salah Pasti Disanksi

Tim Jokowi Minta SBY Tegur Andi Arief, PD: Kalau Salah Pasti Disanksi

NUSANEWS - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegur kadernya, Andi Arief terkait hoax 7 kontainer surat suara tercoblos. Partai Demokrat menilai tindakan Andi Arief bukanlah kesalahan.

"Terkait tweet Andi Arief, kami Partai Demokrat melihat sama sekali tidak ada yang salah dengan tweet tersebut. Kalau salah sudah jelas Andi bukan hanya akan ditegur oleh Demokrat seperti permintaan TKN, tapi akan diberi sanksi. Ini apa yang mau disanksi atau ditegur, orang tweet itu sama sekali tidak ada salahnya," kata Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon saat dimintai konfirmasi, Rabu (9/1/2019).

Jansen mengatakan cuitan Andi Arief justru berperan besar untuk mengungkap kasus hoax tersebut. Dia menilai Andi Arief hanya mendorong agar informasi yang meresahkan tersebut segera diperjelas.

"Justru dengan tweet-nya itu Andi Arief berperan dalam proses pengungkapan isu ini. Karena sebagaimana pengakuannya, Ketua KPU juga sudah tahu desas-desus ini sejak sore. Tapi diam saja dan tidak segera mengclearkannya ke publik," ucapnya.

Terkait kasus hoax surat suara tercoblos, Jansen menilai kasus tersebut sudah jelas. Dia menegaskan Andi Arief tidak terlibat kasus tersebut.

"Pernyataan Andi di tweet tersebut malah meminta pihak terkait untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Terbukti berdasarkan penyidikan polisi diperkara ini bukan Andi Arief yang membuat rekaman itu, tapi pihak lain. Pelakunya sudah ditangkap, jadi clear nama Andi Arief di persoalan ini," paparnya.

Sebelumnya, Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi Irfan Pulungan meminta SBY menegur Andi Arief. Permintaan ini terkait dengan hoax 7 kontainer surat suara tercoblos.

"Kita meminta kepada Partai Demokrat, khususnya Pak SBY, untuk merespons masalah ini. Paling tidak menegur terhadap kadernya. Andi Arief itu memang sangat intens melakukan komunikasi di medsos dan memang sangat dekat dengan SBY," kata Irfan, di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/1).

"Kami berharap ada semacam teguran yang dilakukan oleh Partai Demokrat atau SBY terhadap masalah ini. Saudara Andi Arief yang men-tweet masalah itu, kami menyesalkan dan menyayangkan dia tidak melakukan klarifikasi terhadap masalah itu," sebut Irfan.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...