logo

05/01/19

Tidak Ada Kompromi Bagi Koruptor Di Kementan

Tidak Ada Kompromi Bagi Koruptor Di Kementan

NUSANEWS - Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Justan Riduan Siahaan menegaskan bahwa tidak ada ruang atau kompromi bagi koruptor di kementeriannya.

Mereka yang mencoba bermain-main dengan anggaran konsekuensinya adalah pemecatan.

"Tak akan kami beri ruang untuk oknum yang coba main-main. Bukan saja kami beri peringatan tetapi dipecat," ujar Justan kepada redaksi, Sabtu (5/1).

Penegasan itu menyusul terbitnya enam surat perintah penyidikan dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung terkait dugaan penyimpangan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) tahun 2015, diantaranya roda empat, rice transplanter, seeding tray, dan pompa air.

Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selalu menyampaikan bahwa Kementan melakukan upaya-upaya dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang bersih.

Hasilnya, Kementan di bawah kepemimpinan Amran berhasil meraih penghargaan sebagai Kementerian, Lembaga, dan Organisasi Pemerintah Daerah (KLOP) terbaik katagori Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik dari Komisi Pemberantasan Korupsi dua tahun berturut-turut pada 2017 dan 2018.

Pengelolaan administrasi keuangan yang akuntabel juga mengantarkan Kementan mendapat predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) pertama dalam sejarah tahun 2016 dan 2017 secara beruntun. Dengan demikian, penyalahgunaan anggaran dan korupsi dengan sistem pengadaan di LKPP e-katalog tidak mungkin dilakukan.

"Jadi, lelangnya bukan di Kementan tapi di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa  Pemerintah atau LKPP yang bertanggung jawab langsung kepada presiden," jelas Justan.

Dia menambahkan bahwa sesuai audit Badan Pemeriksa Keuangan terkait pengadaan alsistan tahun 2015 ditunjukkan oleh tidak adanya temuan kerugian negara pada audit PDTT BPK atas Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Belanja TA. 2014, TA 2015 dan semester I-2016 pada Ditjen PSP yang dilakukan tahun 2017.

Secara prinsip, lanjut Justan, Kementan memberikan apresiasi terhadap KPK, kejaksaan dan kepolisian atas kerja sama selama ini untuk melakukan pemberantasan korupsi.

Selama ini, Kementan langsung mengundang KPK sebagai upaya pembuktian bahwa lembagaya sangat akuntabilitas. Dalam hal ini soal penggunaan anggaran serta upaya pencegahan penyelewengan.

"Untuk pencegahan utamanya mengecek anggaran yang sudah disalurkan khususnya alat mesin pertanian. Kami ingin semua terbebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme," imbuh Justan.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...