logo

09/01/19

Tanggapan Karni Ilyas saat Lukman Edy Mengaku Menolak Dia Jadi Moderator Debat Capres

Tanggapan Karni Ilyas saat Lukman Edy Mengaku Menolak Dia Jadi Moderator Debat Capres

NUSANEWS - Wakil Direktur Tim Kemenangan Nasional ( TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Lukman Edy mengaku bahwa dirinyalah yang menolak Pembawa acara Indonesia Lawyers Club ( ILC) Karni Ilyas untuk menjadi moderator dalam debat pilpres.

Dilansir oleh TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Lukman Edy di acara ILC yang tayang di tvOne, Selasa (8/1/2019) malam.

"Presiden ILC ini dibahas di KPU (Komisi Pemilihan Umum), (timses pasangan) 02 usulkan pak Karni Ilyas jadi moderator di debat pertama. Namun saya menolak," kata Lukman.

Mendengar hal tersebut, Karni mengatakan, dirinya justru berterimakasih pada Lukman.

Hal tersebut karena ia tak berminat untuk menjadi moderator debat.

"Saya malah terima kasih, karena saya tidak berminat," ujar Karni sambil tertawa.

Lukman pun mengatakan, sudah bisa memprediksi apa tanggapan Karni Ilyas terkait hal tersebut.

Lukman lantas memaparkan, Karni Ilyas tidak pantas menjadi moderator.

Pasalnya, Karni adalah seorang senior di bidangnya.

"Bang Karni ini senior, presiden, masa dia disamakan dengan yg muda-muda," kata Lukman.


"Masa presiden jadi koderator calon presiden," imbuhnya.

Mendengar itu, Karni kembali mengucapkan terima kasihnya.

Karni tampak terus terkekeh saat dirinya dan Lukman membahas soal itu.

Diberitakan sebelumnya, wartawan senior yang juga pembawa acara Indonesia Lawyers Club TV One, Karni Ilyas angkat suara saat namanya diminta menjadi moderator dalam debat calon presiden (capres) yang diadakan oleh KPU.

Hal ini bermula saat netizen dengan akun @BSukamdono mengatakan moderator yang telah dipilih oleh KPU yakni Ira Koesno diganti dengan Karni Ilyas.

"Setuju....ganti @irakoesno dengan @karniilyas ...ok?," tulis netizen @BSukamdono, Sabtu (29/12/2018).

Menjawab pertanyaan dari netizen tersebut, Karni melalui Twitter miliknya, @karniilyas mengatakan dirinya menolak untuk menjadi moderator debat capres, Sabtu (29/12/2018).

Ia menganggap debat capres-cawapres adalah hajatan besar sehingga harusnya dibawakan oleh moderator yang lebih muda, pintar dan cekatan.

"Jangan. Jangan saya yang menjadi moderator Debat Capres dan Cawapres 2019.
Hajatan yang sebesar itu sebaiknya dibawakan oleh moderator yg lebih muda, pintar, dan cekatan.
Saya sungguh berharap KPU tidak menunjuk saya.
Saya mohon maaf untuk yg minta saya jadi moderator," tulis Karni Ilyas.

Diketahui, dari 6 nama moderator yang diusulkan KPU, terpilih lah nama Ira Koesno untuk menjadi moderator debat pertama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Pilihan tersebut berdasarkan hasil musyawarah KPU bersama dengan kedua tim pemenangan capres-cawapres.

Selain memilih Ira Koesno, ada juga nama wartawan senior TVRI, Imam Priyono.

"Terkait moderator debat pertama, sudah diusulkan dibahas dan disepakati akan dimoderatori Ira Koesno dan Imam Priyono," kata Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2018).

Dari terpilihnya dua nama, KPU berharap Ira dan Imam menyanggupi tugas itu.

Namun, jika ada yang berhalangan, maka KPU bersama kedua tim pemenangan akan kembali menentukan penggantinya.

"Mudah-mudahan Beliau berdua bersedia. Kalau beliau berdua tidak bersedia, kami harus rapat lagi," ujar Arief pada Kompas.com.

Diketahui, Debat Pilpres 2019 akan digelar sebanyak lima kali.

Debat pertama rencananya dilakukan pada 17 Januari 2019.

Tema debat pertama yaitu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...