logo

25/01/19

Sri Mulyani: Utang Itu Bukan Sesuatu yang Najis

Sri Mulyani: Utang Itu Bukan Sesuatu yang Najis

NUSANEWS - Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta bantuan kepada para pejabat Kementerian Agama maupun rektor dan pengurus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) untuk menjelaskan masalah utang kepada masyarakat luas. Permintaan itu disampaikan saat Sri berpidato dalam acara rapat kerja nasional Kementerian Agama yang dihadiri sejumlah instansi terkait di bawahnya.

"Saya boleh minta bantuan dong, anggaran Kementerian Agama banyak lho," kata Sri di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Januari 2019. Pernyataan itu pun disambut tawa oleh para peserta acara, termasuk sejumlah rektor dan pengurus IAIN yang hadir.

Sri menjelaskan bahwa pada dasarnya, sudah banyak kampus IAIN yang dibangun dengan berbagai instrumen yang disediakan negara, salah satunya yaitu lewat Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN.  SBSN adalah bentuk lain dari utang melalui penerbitan surat berharga. "Jadi harusnya bapak bicara dong, itu semua instrumen utang, utang itu bukan sesuatu yang najis," ujarnya.

Tak hanya IAIN, kata Sri, beberapa asrama haji dan Kantor Urusan Agama atau KUA dibangun lewat SBSN ini. Pada Juli 2018, Kementerian Keuangan mencatat sebanyak 54 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang dibangun menggunakan SBSN ini. Total dananya mencapai Rp 3,53 triliun.

Persoalan utang memang menjadi perbincangan publik, terutama  menjelang Pemilu Presiden 2019 ini. Berdasarkan data APBN Kita Januari 2019, utang pemerintah pusat hingga Desember 2018 mencapai Rp 4.418,3 triliun. Angka tersebut naik 10,6 persen dibanding akhir Desember 2017 sebesar Rp 3.995,25 triliun.

Walau demikian, kata Sri, pemerintah telah mengelola utang secara hati-hati dan bertanggung jawab. Menurut Sri, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (debt to GDP ratio) Indonesia sebesar 30 persen juga tidaklah tinggi dibandingkan negara lain. "Dibicarakan secara transparan. Bukan ujug-ujug, tidak ugal-ugalan," kata Sri Mulyani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019.

Sri menuturkan bahwa melalui SBSN inilah, pemerintah bisa mengelola utang dengan akuntabilitas yang baik dan bermanfaat. Minggu depan pun, kata Sri, Ia akan keluar negeri untuk mengadakan roadshow demi menawarkan SBSN Global. Investor dari beberapa negara tertarik seperti dari Inggris, Hongkong, dan Dubai. "Bukan karena Sri Mulyani, tapi karena Indonesia dikelola dengan baik," ujarnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...