logo

15/01/19

Sindiran untuk Penyelenggara Pemilu yang mulai Main Mata

Sindiran untuk Penyelenggara Pemilu yang mulai Main Mata

NUSANEWS - Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Anwar Yasin meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan terkait berita Prabowo Subianto akan mundur dari konstelasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019-2024 –yang sebentar lagi (17 Januari 2019), akan memasuki tahap Debat Publik pertama Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres).

“Bukan mundur. Saya kurang sepakat, kalau diartikan pak Prabowo akan mundur. Pak Prabowo akan mengundurkan diri jika terdapat potensi kecurangan dalam Pilpres dan Pileg,” katanya kepada wartawan saat dihubungi di Gedung DPRD Jabar, Senin (14/1/2019).

Caleg No 1 PKS untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Cirebon-Indramayu memperkirakan maksud dari penjelasan Prabowo sebagaimana yang disampaikan Ketua BPN Djoko Santoso adalah himbauan agar penyelenggara pemilu tidak main mata, bisa bersikap netral dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.

“Mari kita jaga sama-sama, agar pemilihan itu jelas, ada netralitas dari penyelenggara. Jangan sampai penyelenggaraan pesta demokrasi ini terciderai,” jalasnya.

Penyelenggara Pemilu dinilai tidak netral, salah satu contohnya adalah memberikan hak suara kepada orang gila.

“Aneh juga kalau orang gila disuruh nyoblos, kan Allah saja, kewajiban orang gila itu dicabut, artinya orang gila yang keluarganya beragama islam tidak punya kewajiban sholat, kewajiban dzakat,” ungkapnya.

Anwar Yasin mengatakan tidak mengerti, dalil apa yang telah diguna penyelenggara pemilu sehingga berani membuat terobosan yang nyeleneh, memberikan hak suara kepada orang gila.

“Dia (orang gila) menentukan siapa namanya saja tidak tahu, apalagi mau memilih pemimpin yang menurutnya adalah pemimpin yang pantas untuk dipilih,” ungkapnya seraya tersenyum.

Agar pesta demokrasi yang akan berlangsung pada 17 April 2019 nanti, bisa berjalan dengan jujur adil dan rahasia (Jurdil), dan bisa menghasilkan pemimpin yang amanah sebagaimana harapan semua, Anwar Yasin mengajak warga untuk mendoakan penyelenggara pemilu, agar bisa bersikap jujur.

“Kita doakan, kalau dia jujur dan adil, dia (penyelenggara pemilu) akan mendapatkan sorganya Allah. Tapi kalau dia curang, kita doakan supaya dia masuk neraka. Kalau masyarakat, semua berdoa seperti itu, dia pasti mikir juga, karena semua orang pasti akan merasakan mati, sebab hidup ini adalah sementara,” ujarnya.

Anwar Yasin juga mengajak warga, tidak tinggal diam, warga harus ikut terlibat secara aktif memantau aktivitas-aktivitas mencurigakan pada hari pencoblosan nanti.

“Kalau ada DPT mencurigakan, rame-rame, kita stop. Benar tidak dia orang sini, kalau dia bilang dia pindahan, tanya pindahan dari mana, ada surat pindahnya tidak. Ini salah satu cara, supaya Pilpres dan Pileg terselenggara dengan baik,” pungkasnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...