logo

11/01/19

Satu Lagi Pelaku Hoax 7 Kontainer Surat Suara Ditangkap, Tebak Siapa Orangnya…

Satu Lagi Pelaku Hoax 7 Kontainer Surat Suara Ditangkap, Tebak Siapa Orangnya…

NUSANEWS - Satu lagi pelaku hoax 7 kontainer surat suara tercoblos ditangkap Polda Metro Jaya. Sayangnya, polisi enggan membeberkan identitas pelaku.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan, pelaku berjenis kelamin laki-laki itu ditangkap Kamis (10/1/2019) malam kemarin di Banten.

“Benar, ditangkap satu (pelaku) lagi,” ungkap Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/1).

Kendati demikian, pihaknya enggan membeberkan identias pria yang ditangkap itu.

Ia berlasan, hak itu berhubungan dengan pengembangan pengusutan kasus hioax 7 kontainer surat suara dimaksud.

“Nanti dipadukan tangkapan PMJ dengan Bareskrim Siber dicocokkan, ada keterkaitannya, kita kembangkan lagi,” terangnya.

Akan tetapi, lanjut Dedi, dalam dugaan sementara, pelaku tersebut berperan sebagai buzzer.

Meski begitu, tak menutup kemungkinan jika memang ditemukan fakta dan bukti pendukung hasil temuan penyidikan, pelaku berperan sebagai aktor intelektual.

“Kami sedang dalami dengan bukti-bukti yang ada, baru kita tetapkan dia sebagai apa,” pungkasnya.

Untuk diketahui, polisi sebelumnya menetapkan Bagus Bawana Putra sebagai tersangka pembuat hoax 7 kontainer surat suara tercoblos.

Dari informasi yang beredar, Bagus Bawana Putra adalah Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo-Sandi.

Akan tetapi, hal itu dibantah kubu koalisi oposisi yang mengaku sama sekali tidak mengenal Bagus.

Bahkan, kubu pasangan nomor urut 02 itu menyangkal bahwa nama Bagus tercatat dalam database relawan mereka.

Pernyataan berbeda datang dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang menyebut bahwa kasus yang menyeret Bagus itu adalah sebuah upaya kriminalisasi.

Bahkan, Arief menegaskan bahwa pihaknya bertekad akan melawan dan memberikan Bagus pendampingan.

Bagus Bawana Putra sendiri dijerat polisi dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun.

Sebelum menangkap Bagus, polisi juga telah menetapkan tiga orang berinisial J, HY, dan LS sebagai tersangka.

Ketiga pelaku tersebut memiliki peran sebagai buzzer alias penyebar hoax dimaksud.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...