logo

25/01/19

RR: Impor Gula Ugal-ugalan Patgulipat Pejabat, Politisi dan Pedagang

RR: Impor Gula Ugal-ugalan Patgulipat Pejabat, Politisi dan Pedagang

NUSANEWS - Ekonom senior DR Rizal Ramli RR) tak pernah berhenti mempersoalkan impor gula yang dinilainya dilakukan secara ugal-ugalan. Dia mengatakan ada kelangkaan murni (true scarcity) sehingga perlu import, namun  ada impor ugal-ugalan akibat kelangkaan semu (artificial scarcity), kelangkaan yang dibuat-buat. 

''Hal ini men jadi sumber rente dan patgulipat pejabat, politisi dan pedagang. Gula rafinasi bocor jadi gula konsumsi. Akibatnya, gula petani tebu tidak laku dan harganya jatuh,'' kata Menko Ekuin era Presiden Gus Dur itu.
Impor gula ugal-ugalan ini diungkap RR dalam dialog di TV One Kamis  (24/1) malam. Menurutnya,  impor gula sangat merugikan petani tebu, menjadi ajang perburuan rente oleh para elite politik dan  pengusaha.
Sebagaimana diketahui, Indonesia berada di urutan pertama negara pengimpor gula terbesar di dunia pada periode 2017-2018, dengan volume impor 4,45 juta ton. Indonesia mengungguli Tiongkok yang berada di posisi kedua dengan 4,2 juta ton dan Amerika Serikat dengan 3,11 juta ton.

“Impor gula ini sebetulnya sah-sah saja, jika memang dibutuhkan. Tapi saat ini impor gula yang dilakukan berlebihan. Bayangkan saja, petani takut memproduksi tebu yang lebih banyak, karena kalau panen, harga jatuh dengan gula impor,” papar RR.

RR mengungkapkan bahwa presiden Joko Widodo pada kampanye  2014 menyatakan menolak impor pangan. “Saya dulu kagum betul dengan mas Jokowi saat kampanye dengan menyebut ‘kita harus tolak impor pangan’, namun apa yang terjadi saat ini, menterinya malah doyan impor dan gak sesuai dengan Triskti,” tambah RR.
Menurutnya, pabrik gula perlu direvitalisasi agar meningkatkan produksi gula dalam negeri.

Mnatan Kabulog ini menyesalkan, ada kelangkaan gula yang dibuat-buat untuk mencari alasan impor gula. “Padahal,  yang sebenarnya perburan rente untuk kepentingan elite politik dan pengusaha. Makanya kita laporkan ke KPK dan Bareskrim agar  kasus impor gula yang merugikan rakyat dan negara ini ditindak. KPK sudah komitmen untuk itu,’’ kata RR.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...