logo

08/01/19

Rektor UGM Bantah Tolak Panggilan ORI Soal Dugaan Maladministrasi

Rektor UGM Bantah Tolak Panggilan ORI Soal Dugaan Maladministrasi

NUSANEWS - Rektor UGM Panut Mulyono menyangkal anggapan dirinya keberatan dimintai keterangan Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY. Panut menegaskan tidak pernah menghalangi kerja ORI terkait dugaan maladministrasi pengananan dugaan perkosaan mahasiswi UGM.

"Oh enggak, enggak. Sama sekali saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan keberatan, tidak mau dipanggil," ujar Panut kepada wartawan usai menghadiri pemanggilan pertama ORI di Kantor ORI DIY, Selasa (8/1/2019).

"Jadi mohon ya, bahwa Rektor UGM itu sama sekali tidak menolak panggilan, dan UGM menghormati Institusi-institusi apapun ya. Kita sama-sama institusi negara yang harus menjalankan tugas sebaik-baiknya," ungkapnya.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Paripurna, menjelaskan hadirnya Panut ke ORI DIY merupakan wujud iktikad baik UGM. Menurutnya, pimpinan UGM tidak pernah berupaya mempersulit investigasi ORI.

"Jadi undangan pertama itu tanggal 19 Desember (2018), tanggal 19 Desember UGM baru mengadakan dies. Di mana hadir di situ tamu-tamu VIP, menteri dan sebagainya. Jadi tidak mungkin pada tanggal 19 Desember," ucapnya.

"Kemudian tanggal 31 (Desember 2018) tanpa pemberitahuan ORI hadir ke kampus. Waktu itu Pak Rektor sedang mengadakan rapat yang sangat penting," lanjutnya.

Setelahnya ORI dan UGM bersepakat mengadakan pertemuan tanggal 2 Januari kemarin. Namun karena kesibukan Panut, tim ORI dipersilakan datang langsung ke Rektorat UGM.

"Kemudian tanggal 2 (Januari) itu kami sudah menunggu sebetulnya. Jam 09.00 WIB kami sudah menunggu, kemudian ORI memutuskan untuk menggunakan mekanisme panggilan," ungkapnya.

"Tapi kalau panggilan ya sudah nanti kami menunggu surat panggilannya. Tanggal 3 (Januari) kalau tidak salah itu surat panggilan datang. Nah rektor ke sini dengan iktikad baik memenuhi panggilan itu," tutupnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...