logo

10/01/19

Rapat Dengan Demokrat, Donald Trump 'Walk Out' Sambil Bilang 'Bye Bye'

Rapat Dengan Demokrat, Donald Trump 'Walk Out' Sambil Bilang 'Bye Bye'

NUSANEWS - Presiden Donald Trump memutuskan untuk 'walk out' saat melakukan rapat dengan para pimpinan Partai Demokrat yang membahas tentang penutupan sebagian pemerintah Amerika Serikat (AS). Perundingan gagal, karena Trump tetap ngotot meminta biaya pembangunan tembok pemisah dengan Meksiko ditolak Demokrat.

Trump mengakhiri pembicaraan setelah Nancy Pelosi dan Chuck Schumer menolak untuk mendanai tembok perbatasan AS-Meksiko itu. Bahkan Trump menyebut pertemuannya dengan pasangan itu hanya buang-buang waktu.

Usai meninggalkan rapat, Trump mengatakan dalam akun Twitternya, mengucapkan kalimat 'bye-bye' sebelum meninggalkan ruang rapat.

Setelah memenangkan pemilu sela dan menguasai kembali parlemen, Pelosi menegaskan akan tetap menolak rencana pembangunan tembok perbatasan yang diinginkan Trump tersebut.

Pelosi mengatakan, akibat shutdown, banyak pekerja federal tidak akan menerima gaji mereka. Artinya, hidup mereka tragis dalam hal peringkat kredit dan bayar hipotek mereka. Mereka harus membayar sewa, mobil, uang sekolah anak-anak mereka.

"Presiden tampaknya tidak peka terhadap hal itu. Dia pikir mungkin mereka bisa meminta lebih banyak uang kepada ayah mereka, tapi mereka tidak bisa," kata Pelosi dikutip dari BBCnews, Kamis (10/1).


Schumer mengatakan, Trump tiba-tiba pergi ketika Pelosi mengatakan dia tidak akan menyetujui pendanaan tembok perbatasan.

"Dia (Trump) bertanya kepada Ketua Pelosi, 'Apakah Anda setuju dengan tembok saya?' Dia bilang tidak."

"Dan dia baru saja bangun dan berkata, 'Kalau begitu, kita tidak punya sesuatu untuk dibicarakan,' dan dia berjalan keluar. Lagi-lagi, kita melihat kemarahan karena dia tidak bisa menghalanginya," katanya.

Senator New York juga mengatakan Trump telah 'gebrak meja', tetapi anggota Kongres senior Partai Republik Steve Scalise membantahnya.

Wakil Presiden Mike Pence mengatakan, dia kecewa karena Demokrat tidak mau terlibat dalam negosiasi dengan itikad baik.

Kevin McCarthy, pemimpin Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat, mengatakan perilaku Demokrat memalukan.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...