logo

29/01/19

Pria Sukabumi yang Bakar Rumah Ditangkap setelah 4 Jam Dikepung

Pria Sukabumi yang Bakar Rumah Ditangkap setelah 4 Jam Dikepung

NUSANEWS - US (30 tahun), pria asal Sukabumi, Jawa Barat yang nekat bakar rumah akhirnya ditangkap setelah dikepung selama empat jam. Polisi bahkan harus menembakkan gas air mata untuk melumpuhkan pelaku.

Diberitakan sebelumnya, US warga Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi yang diduga mengalami gangguan jiwa itu membakar rumah keponakannya di Kampung Puncakhaur RT 1 RW 1, Dusun Cicalobak, Desa Neglasari, Senin (29/1/2019).

US yang diketahui mengalami depresi sejak bercerai dengan istrinya 2015 lalu bertindak di luar kontrol. Ia mengamuk lalu membakar rumah ponakannya, Ita Rosita (25 tahun). Beruntung semua penghuni rumah selamat dalam kejadian ini.

“Pelaku nekat meledakkan rumah keponakannya, suaranya menggelegar ke perkampungan. Seisi rumah pun berhamburan,” ujar Ketua RT setempat, Dadang (50 tahun).

Bahkan saat warga mencoba mengamankannya, US melawan sembari memegang senjata tajam.

US diduga mengambil bensin dari tangki dua motor yang diparkir di dalam rumah. Kemudian menyiramkannya ke dalam rumah lalu memercikkan api.

BACA JUGA : Massa Pdi-P Dilarang Melintas Depan Masjid Jogokariyan Sejak 1999, Baru Kali Ini Lolos
“Di dalam kan ada juga tabung gas LPG. Ada dua tabung. Kemungkinan ikut kebakar sehingga menimbulkan ledakan,” kata Dadang.

Akibatnya, rumah mengalami kerusakan di beberapa bagian. Seisi rumah didapati dalam kondisi berantakan.

Setelah membakar rumah Ita, US kabur ke arah hutan sebelum akhirnya diamankan polisi dibantu warga setempat.

“Setelah sekitar empat jam dikepung, warga dan aparat keamanan di sini berhasil menangkapnya di salah satu aliran sungai,” tambah Dadang.

Kapolsek Nyalindung, AKP Endah Sriwigiarti mengatakan, pelaku sempat melarikan diri dengan membawa senjata tajam.

“Atap rusak, namun api tersebut dapat dipadamkan oleh warga masyarakat. Pelaku sempat melarikan diri dengan membawa senjata tajam,” ujar Endah, Senin (28/1/2019).

Endah menambahkan, pihak keluarga memastikan US mempunyai riwayat gangguan jiwa kurang lebih lima tahun. US sempat menantang warga dan polisi dengan mengacungkan golok serta mengancam akan meledakan gas LPG 3 kilogram.

Polisi terpaksa menembakan gas air mata untuk mempermudah pengamanan. US tertangkap dengan kondisi lemah dan mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, terutama di bagian lengan.

US yang memiliki dua orang anak, mengalami gangguan jiwa sejak bercerai dengan istrinya pada 2015 lalu.

Dari pengakuan Ita, US sudah ada di rumahnya sejak Minggu (27/1/2019) malam. Ia datan dengan membawa berbagai jenis senjata berupa pisau, golok, kampak, dan martil, sambil berteriak dan menggedor pintu.

“Karena keadaannya sangat menakutkan, saya tidak membukakan pintu. Malah dia merusak pintu,” imbuh Ita menceritakan awal mula kejadian.

Ita bersama anak dan ibunya kemudian masuk ke kamar. Mereka kemudian kabur ke rumah tetangga, lewat jendela kamar.

“Liat dia begitu, saya takut. Saya kabur lewat jendela kamar sama anak dan mama. Sampai tadi siang dia ada di dalam rumah dan ngamuk-ngamuk,” ungkap Ita dengan kondisi masih syok.

US tertangkap dengan kondisi lemah dan mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, terutama di bagian lengan. US dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi.

“Saya selaku kakaknya, menyerahkan sepenuhnya pada pihak berwajib untuk diproses. Kami keluarga siap bertanggung jawab atas perbuatan pelaku,” pungkas Endang, kakak US.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...