logo

04/01/19

Polisi Seperti Kebingungan, Buru-buru Simpulkan Surat Suara Tercoblos Hoax

Polisi Seperti Kebingungan, Buru-buru Simpulkan Surat Suara Tercoblos Hoax

NUSANEWS - Bareskrim Mabes Polri memastikan 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos adalah kabar hoax. Karena itu, polisi mengerahkan tim cyber untuk memburu penyebar isu hoax tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai polisi seperti orang kebingungan dalam mengatasi isu surat suara yang sudah dicoblos itu. Hal itu terlihat ketika polisi terburu-buru menyebutkan jika info itu hoax.

“Polisi memang seperti orang kebingungan, mereka dengan cepat mengatakan itu hoax. Seharusnya jangan bicara dulu, jangan memutuskan dulu, tapi selidiki dulu, investigasi dulu,” kata Neta saat dikonfirmasi Pojoksatu.id, Jumat (4/01/2019).

Kendati demikian, Neta menduga isu surat suara sudah dicoblos itu memang sengaja dimunculkan jelang pilpres.

“Kalaun memang itu hoax gak ada barangnya, kan jadi tanda tanya juga. Kenapa dimunculkan isu itu,” beber Neta.

Karena itu, polisi harus bergerak cepat menangkap pelaku. Apalagi isu tersebut sudah mulai digoreng.

“Jadi harus ditelusuri kebanaran itu. Jangan-jangan memang ada orang yang memalsukan surat suara ini untuk memgacaukan pilpres,” ungkapnya.

“Kita takutkan jelang pilpres atau pasca pilpres ketika kelompok Jokowi nanti menang, mereka bisa menuding ada kecurangan,” imbuh Neta.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto mengatakan bahwa informasi 7 kontainer surat suara tercoblos tidak benar alias hoax.

Menurut dia, Tim Cyber Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa dalang di balik tersebarnya hoax tersebut.

“Tim Bareskrim, Cyber Bareskrim bergabung dengan Polda Metro sudah melakukan kegiatan investigasi sampai dengan saat ini,” ucap Komjen Arief Sulistyanto kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 3 Januari 2019.

Bahkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah menginstruksikan kepada Bareskrim untuk mengusut tuntas kasus hoax tersebut.

“Bapak Kapolri pun juga sudah memberikan instruksi kepada Kabareskrim, kepada saya, untuk melakukan penyelidikan terhadap masalah ini,” tambahnya.

Selain itu, Komjen Arief juga mengaku telah didatangi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Bareskrim Polri, di gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2018).

“Alhamdulillah siang ini juga Pak Mendagri mendatangi saya di Bareskrim memberikan support untuk bisa mengungkap ini sampai ketemu siapa yang melakukan, dari pertama, kemudian pertama yang posting, sampai siapa saja yang ikut-ikut di dalam menyebarkan berita yang ternyata tidak benar,” pungkas Komjen Arief.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...