logo

08/01/19

Polisi Bantah Jebak Vanessa Dalam Kasus Prostitusi Online

Polisi Bantah Jebak Vanessa Dalam Kasus Prostitusi Online

NUSANEWS - Polisi memastikan memiliki data valid soal 45 artis dan 100 model yang terlibat dalam jaringan prostitusi artis dengan muncikari ES dan TN. Hal ini sekaligus membantah tudingan soal penjebakan yang dilakukan polisi terkait dengan kasus ini.

Kevalidan data ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera. Dia menyatakan, pihaknya sudah memegang data ke 43 artis dan 100 model tersebut.

Mereka yang terlibat jaringan dua mucikari ini dipastikan pernah melakukan transaksi. "Yang bersangkutan pernah bertransaksi dengan ES dan TN. Mereka ini beda jaringan loh ya," ungkapnya, Selasa (8/1).

Sayangnya, ia tak menjelaskan lebih rinci bukti yang ditemukan dengan alasan bagian dari penyidikan.

Ia menambahkan, terkait dengan tudingan penjebakan, polisi tidak memakai metode yang sedemikian rupa. "Kalau memang dijebak, kenapa ada di hotel," ujarnya singkat.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan pada Senin kemarin juga menyampaikan, jika dari 45 artis tersebut, dua di antaranya yakni Vanessa Angel dan Avriellya Shaqqila sudah diperiksa sebagai saksi korban.

Artinya tinggal 43 artis yang diduga masuk dalam jaringan muncikari ES. Terkait dengan hal ini, para artis tersebut akan diperiksa satu

"Kemarin kan sudah dua yang diperiksa (Vanessa Angel dan Avriellya Shaqqila), jadi tinggal 43, nanti kita panggil beberapa oknum secara marathon, secara bergantian," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Senin (7/1).

Ia menambahkan, selain mendapatkan nama-nama yang diduga terlibat jaringan prostitusi online di bawah muncikari ES dan TN, penyidik juga sudah mengantongi foto-foto artis dan model.

Nama-nama sudah kami pegang semuanya, tarifnya juga sudah ada, sesuai dengan tingkat kepopulerannya. Termasuk fotonya juga sudah ada," katanya.

Terkait dengan tarif dan fee artis atau model tersebut, antara satu dengan lainnya memiliki harga yang berbeda. Hal itu tergantung dari tingkat kepopuleran sang artis. Semakin populer, maka tarifnya akan semakin mahal.

"Perjanjiannya DP 30 persen, setelah ketemu baru pelunasan. Masing-masing bervariasi, ada yang terima 25 persen, baru sisanya dibagi-bagi. Kayak kemarin dibagi langsung Rp 35 juta diambil korban, dan sisanya baru dibagi," ujarnya.

Sebelumnya, Pihak Vanessa melalui Jane Shalimar, selaku sahabat Vanessa didampingi pengacara, Muhammad Zakir Rasyidin menyebut bahwa Vanessa dijebak.

Menurut Jane, sejak awal Vanessa mengaku datang ke Surabaya untuk memenuhi permintaan seorang wanita bernama Siska. Dia pun menyanggupinya karena Siska menawari pekerjaan untuk menjadi seorang MC di sebuah acara perusahaan.

"Dia berangkat sama asistennya, masuk akal enggak kalau dia mau aneh-aneh bawa asistennya? Begitu sampai di Town Square ketemu lah dengan Siska ini. Alasan si Siska, kamarnya baru bisa masuk jam 2 sementara mereka sampai sana jam 12. Ada sisa waktu sekian jam. Siska bilang, 'Ya udah kita ke kamar dulu sembari nunggu', katanya. Ketika sampai kamar, keluar si Siska cari makanan dan tiba-tiba terjadi lah penggerebekan itu," terang Jane Shalimar di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (7/1).

Jane Shalimar juga membantah kalau Vanessa digerebek saat melayani pelanggan. Dari pengakuan Vanessa, ia memakai busana lengkap saat itu.

"Yang saya bilang ini keterangan Vanessa ke saya. Saya hanya menyampaikan kondisi yang saat itu terjadi. Ketika saya tanya, pakai baju apa enggak, dia bilang 'Saya pakai baju kak, saya lagi duduk'," papar Jane.

"Untuk ada pria atau tidak (di kamar hotel), itu sudah masuk ke kasus di Polda sana. Kalau prostitusi itu tidak benar, untuk Rp 80 juta juga tidak benar. Ini murni dijebak. Siapa yang mengundang dia lah yang patut dicurigai," sanggah pengacara Vanessa.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...