logo

09/01/19

PKS: Elektabilitas Jokowi Sudah Mentok!

PKS: Elektabilitas Jokowi Sudah Mentok!

NUSANEWS - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tak heran dengan hasil terbaru survei Indikator. Dalam survei itu, tren elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mengalami penurunan dari periode September sampai Desember tercatat turun 2,8 persen.

Juru Debat Prabowo-Sandiaga, Suhud Aliyuddin mengatakan, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf memang sudah mentok. Hal itu juga dilihat dari hasil survei BPN yang telah dilakukan.

"Sebetulnya hasilnya mirip-mirip dengan survei internal BPN. Elektabilitas Pak Jokowi memang mentok dan cenderung turun. Namun, hasil kami mentoknya di bawah 50 persen," kata Suhud kepada merdeka.com, Rabu (9/1).

Direktur Pencapresan PKS ini merasa Jokowi akan mengalami kesulitan untuk menaikkan elektabilitas di sisa masa kampanye hingga pencoblosan April 2019 nanti. Terlebih, Prabowo-Sandiaga akan berupaya tampil maksimal dalam debat yang diselenggarakan lima kali oleh KPU nanti.

"Melihat hasil itu kami yakin Pak Jokowi sulit menaikkan elektabilitas dalam 3 bulan ini. Apalagi ada debat capres yang akan disaksikan jutaan rakyat, terutama pemilih yang masih galau," jelas Suhud.

Suhud menegaskan, pihaknya sangat memanfaatkan betul penampilan debat capres untuk meraih simpati dari para masyarakat yang belum menentukan pilihan. Dia yakin, mampu mengambil suara dari swing voters nantinya.

"Kami memiliki keyakinan pasangan Prabowo-Sandi akan mengambil sebagian besar swing voters yang saat ini masih besar dan menentukan hasil akhir Pilpres 2019," tutup Suhud.

Diketahui, dalam survei terbaru indikator politik yang dilakukan pada 16-26 Desember 2018, Jokowi-Ma'ruf masih masih unggul dengan 54,9 persen. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga 34,8 persen.

Tapi tren Jokowi turun jika dibandingkan survei dari September sampai Desember. Sementara Prabowo naik.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, kedua pasangan ini mengalami naik turun suara dalam tiga bulan terakhir dari bulan September, Oktober, dan Desember 2018.

Berdasarkan datanya di bulan September, Jokowi-Ma'ruf meraih 57,7 persen, kemudian menurun di bulan Oktober 53 persen, dan naik lagi di bulan Desember. Sedangkan Prabowo-Sandiaga, di bulan September 32,3 persen, kemudian menurun di Oktober sekitar 30 persen. Di Desember menguat 34,8 persen.

Sehingga apabila dihitung dari September sampai Desember, maka Jokowi-Ma'ruf turun 2,8 persen. Sementara persaingnya, Prabowo-Sandiaga naik 2,5 persen.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...