logo

30/01/19

PDIP Minta Maaf Ricuh di Masjid, Polisi Sebut Kasus Selesai; Akun Penuduh PDIP Dipolisikan

PDIP Minta Maaf Ricuh di Masjid, Polisi Sebut Kasus Selesai; Akun Penuduh PDIP Dipolisikan

NUSANEWS - Kelompok massa PDIP terlibat bentrok dengan pemuda Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Kepala Bidang Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) AKBP Yuliyanto menyatakan kasus tersebut saat ini telah selesai melalui musyawarah mufakat.

"Sudah selesai tadi malam. Difasilitasi oleh Muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) dengan takmir masjid Jogokariyan," kata Yuliyanto dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (28/1/2019).

Yuliyanto menunjukkan surat pernyataan bersama yang ditandatangani kedua pihak. Dalam mediasi itu, PDIP diwakili Junianto Budi Purnomo selaku pihak pertama. Sementara pihak kedua diwakili Ketua Takmir Masjid Jogokaryan, Muhammad Fami Rahman.

"Pihak I meminta maaf kepada pihak II," demikian bunyi penggalan surat yang ditulis dengan tulisan tangan.

"Dengan ini menyatakan kedua belah pihak bersepakat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan musyawarah mufakat," bunyi kesepakatan dalam surat tersebut.

Akun Penuduh PDIP Terlibat Ricuh di Masjid Jogokariyan Dipolisikan

Akun-akun media sosial yang menuduh PDIP terlibat dalam aksi tersebut diadukan ke Polda DIY.

"Nanti biar didalami polisi, karena ini baru aduan. Intinya aduan ini termasuk bagian itu juga (kericuhan di Masjid Jogokariyan), kami adukan," kata Tengku Wahyudi Saptaputra yang mengaku sebagai bagian dari elemen masyarakat Yogyakarta, Senin (28/1/2019), dikutip dari detikcom.

Hal itu disampaikannya kepada wartawan seusai membuat surat pengaduan di SPKT Polda DIY.

Tak hanya itu, dia juga mengadukan sekitar 25 akun facebook, twitter dan youtube yang diduga menyebarkan hoax, ujaran kebencian dan fitnah.

Sesepuh Beberkan Kronologi Bentrok di Depan Masjid Jogokariyan

Sesepuh masjid Jogokariyan Yogyakarta, Muhammad Jazir ASP, membeberkan kronologi kericuhan yang terjadi antara massa yang diduga kuat simpatisan PDIP dengan kelompok pemuda di depan Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Ahad 27 Januari 2019.

Dilansir Tempo.co, Jazir yang juga mantan Ketua Dewan Suro Takmir Masjid Jogokariyan menuturkan kejadian bentrok berawal ketika massa konvoi simpatisan PDIP melintas di depan Masjid Jogokariyan pada Ahad sore.

Rombongan itu diperkirakan baru pulang dari menghadiri acara Deklarasi Jogja Dukung Jokowi - Maruf yang digelar Aliansi Masyarakat Yogya di Stadion Mandala Krida.

Saat itu, di area masjid baru saja berlangsung acara pemilihan takmir yang dilanjutkan pembagian sembako untuk warga miskin.

Sesampainya di jalan Jogokariyan, massa konvoi itu mulai mencopoti bendera-bendera dan spanduk bertulis Hizbullah dan berteriak-teriak di sepanjang jalan Jogokariyan sambil mengacungkan senjata tajam. Massa yang mengendarai sepeda motor itu juga meraung-raungkan gas sepeda motornya seolah menantang.

Padahal kawasan Jogokariyan itu selama ini dikenal sebagai basis massa hijau alias PPP, yang tak pernah akur jika bersua dengan basis massa PDIP.

“Intinya mereka memprovokasi,” ujar Jazir. Merasa terganggu, para pemuda masjid Jogokariyan pun keluar untuk menghadang dan melakukan pengejaran kepada massa konvoi.

Saling serang diwarnai dengan aksi pelemparan batu. Masjid Jogokariyan ikut jadi sasaran pelemparan batu namun menurut Jazir tak sampai ada kerusakan.

“Tak ada kerusakan karena kebetulan sedang banyak tenda di area masjid, hanya ibu-ibu yang menerima sembako berlarian menyelamatkan diri,” ujar Jazir.

Bentrok baru mereda setelah petugas Babinsa Koramil 09/MJ dan Babinkamtibmas Polsek Mantrijeron turun.

Kemudian mediasi dilakukan di Pendopo Kecamatan Mantrijeron yang dihadiri Camat Mantrijeron, Kapolsek Mantrijeron, Danramil 09/MJ, Bawaslu, Panwas Kecamatan Mantrijeron, dan Takmir Masjid Jogokariyan.

“Kami pihak yang diserang, tapi kami tak akan lapor polisi, seharusnya dalam hal ini polisi yang bertindak, ” ujar Jazir.

Komentar Netizen



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...