logo

10/01/19

Ombudsman Minta KPK Laporkan Teror Bom Pada 2 Pimpinan ke Polisi

Ombudsman Minta KPK Laporkan Teror Bom Pada 2 Pimpinan ke Polisi

NUSANEWS - Ketua Ombudsman RI, Adrianus Meliala, berkomentar soal teror terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apalagi, teror kabarnya juga sampai pada sejumlah pegawai.

"Kami sebagai Ombudsman tidak setuju dilakukan pembiaran, jadi harus beres," tegas Adrianus di Kantor Ombudsman, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/1).

Adrianus memaparkan untuk mengungkap kasus teror tersebut tidak bisa hanya mengandalkan tindakan pro-aktif penegak hukum. Tetapi, dukungan pihak yang merasa menjadi korban.

"Ada dua cara, materil dan formil. Materil mengacu pada bukti di lokasi, saksi mata, dan korban, yang dinilai harus terpenuhi. Kemudian untuk formil, apakah dugaan teror diterima dilakukan pelaporan atau tidak," jelas dia.

Sebagai lembaga independen, Adrianus memposisikan peran Ombudsman dalam kasus teror KPK masih dalam tahap menunggu. Bila diperlukan dan dimintai bantuan, maka pihaknya baru akan turun.

Seperti dalam kasus teror kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan, sejauh ini Ombudsman baru memberikan saran atau rekomendasi tahap awal kepada Polda Metro Jaya (PMJ). Diharapkan, hal itu bisa dilakukan pihak kepolisian demi membantu mengusut temuan dalang di balik teror penyerangan air keras.

"Jadi pada 16 Januari ini kami sudah agendakan bertemu mereka, sejauh mana mereka mampu memenuhi saran tersebut," papar Adrianus.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...