logo

19/01/19

Mentan: Indonesia Tak Konsumsi Beras Impor Sejak 2016 Hingga Januari 2019

Mentan: Indonesia Tak Konsumsi Beras Impor Sejak 2016 Hingga Januari 2019

NUSANEWS - Menteri Pertanian Amran Sulaiman angat bicara terkait tudingan kubu Prabowo yang menyebut Pemerintah Jokowi gagal swasembada pangan, khususnya beras.

Amran menegaskan, pada tahun 2016 tidak ada impor beras, hanya luncuran dari tahun 2015. Pada tahun 2015, pemerintah terpaksa melakukan impor beras karena ada elnino terbesar sepanjang sejarah.

Tahun 2017 juga tidak ada impor beras medium. Tahun 2018 ada impor 1,7 juta ton. Tapi stok beras pada 1 Januari 2019 sebesar 2,3 juta atau beras impor 1,7 juta masih ada di gudang.

“Dengan kata lain, kita tidak mengkonsumsi beras impor tahun 2018. Padahal kita sudah cuci piring,” kata Amran.

“Secara keseluruhan bangsa Indonesia tidak konsumsi beras impor dari tahun 2016 sampai dengan tanggal 17 Januari 2019,” tambahnya.

Amran menjelaskan tujuan impor beras. Menurutnya, impor beras dilakukan untuk menambah stok dan supply, yang pada gilirannya menekan harga.

“Saat ini banyak stok beras, supply beras di Cipinang melimpah 2 kali lipat dari standar, impor sudah dilakukan tapi harga beras naik,” katanya.

“Artinya hukum ekonomi supply demand tidak berlaku karena mafia, dimana tujuan impor untuk menurunkan tidak tercapai,” tambhnya.

Sekedar info, dulu tahun 10 November 1984 Indonesia mendapat pengharhagaan swsembada pangan dari FAO dan perlu dicatat saat itu masih impor 414.000 ton dengan jumlah penduduk 100 juta lebih,

Bisa dibandingkan saat ini penduduk Indoneaia 260 juta lebih, tapi Indonesia bisa penuhi kebutuhannya. Bahkan ekspor Indonesia meningkat 29 persen serta PDB pertanian meningkat dari tahun 2013 s/d 2018 400 trilliun lebih.

“Sesuai konsensus negara yang tergabung di FAO, swsembada didefenisikan bilamana suatu negara memenuhi pangannya 90 persen dari kebutuhan,” imbuhnya.

Era SBY Impor Jagung 3,5 Juta Ton Kok Diam?

Menteri Amran membandingkan data impor jagung pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan masa pemerintahan Jokowi-JK.

Menurut Amran, pada tahun 2014 (era SBY) pemerintah melakukan impor jagung sebanyak 3,5 juta ton. Tapi semua pada diam.

“Saat ini pemerintahan Jokowi-JK menyetop impor jagung tahun 2017 dan tahun 2018 ekspor 380.000 ton,” kata Amran.

Pada saat yang sama, ada import 130.000 ton karena ulah perusahaan besar batal impor gandum pakan ternak 200.000 ton.

Karena alasan nilai rupiah tertekan oleh dollar, perusahaan besar itu beralih serap jagung petani sebesar-besarnya dengan sistem ijon.

Hal itu membuat peternak kecil berteriak. Karena itu, pemerintah memutuskan impor untuk menyelamatkan peternak 2,5 juta.

“Dulu (sebelum era Jokowi) import 3,5 juta ton tetapi pada diam. Sekarang sudah ekspor 380.000 ton dan saat yang sama impor 130.000 ton karena jeritan peternak kecil, tapi Indonesia masih suplus untuk Jagung,” bebernya.

SUMBER © NUSANEWS.ID
DISARANKAN! untuk Like dan Follow Sosial Media Nusanews dibawah ini, agar bisa tahu berita terbaru hari ini:

Komentar Pembaca

loading...