logo

05/01/19

Melalui Gerindra, Ini Alasan Dani Marsudi Bertarung di Bone

Melalui Gerindra, Ini Alasan Dani Marsudi Bertarung di Bone

DEMOKRASI - Maju sebagai calon anggota legislatif (caleg), tentu semua orang punya ambisi dan harapan. Apa yang akan dilakukannya saat duduk di kursi terhormat sebagai wakil rakyat. Termasuk Dani Marsudi Marzuki.

Dani Marsudi Marzuki maju bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kabupaten Bone melalui Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Hal yang ingin diperjuangkan jika nantinya dipercaya duduk sebagai legislator di DPRD Bone adalah bagaimana memasksimalkan fungsi pengawasannya terhadap program pemerintah.

Caleg Nomor Urut 9 itu menilai, pada dasarnya, program pemerintah daerah sudah baik secara konsep dan ide. Hanya saja, yang membuat program-program pemda tidak terealisasi dengan baik karena lemahnya perhatian.

Dani Marsudi mengatakan, DPRD mempunyai peran besar dalam melakukan kontrol terhadap realisasi program pemda dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat berdasarkan apa yang sudah direncanakan.

Terkait prorgam Pemda Bone saat ini, secara khusus Dani Marsudi mengatakan, sebenarnya pemerintah sudah memberikan ruang terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat. Hanya saja, kata Dani Marsudi, butuh kontrol yang besar dari DPRD sebagai wakil rakyat di parlemen.

Tujuan kepedulian dan perhatian terhadap program-program pemerintah itu agar bisa terealisasi secara merata. Tapi peran kepedulian dan perhatian DPRD dalam mengawal program pemda belum berjalan maksimal.

“Padahal memberikan perhatian dan kepedulian terhadap program-program pemerintah merupakan amanah DPRD sebagai wakil rakyat di parlemen,” kata Dani Marsudi.

Melihat kelemahan tersebut, Dani Marsudi memutuskan maju bertarung di Dapil 1 Bone di Pileg 2019. Dani Marsudi ingin memaksimalkan peran-peran pengawasan dewan terhadap realisasi program pemerintah.

Dani Marsudi mencontohkan, masyarakat daerah perkotaan Bone kerap merasa resah terhadap musibah banjir musim hujan melanda. Kondisi itu sudah seringkali disampaikan ke dewan sebagai sebuah aspirasi masyarakat. Namun, tidak ada tindak lanjut untuk mencoba mnangani perosalan itu.

Begitu juga soal penataan Kota Watampone (ibukota Kabupaten Bone), tambah Dani Marsudi, perlu mendapat perhatian dan kepedulian DPRD untuk mengontrol intansi pemerintah terkait yang menangani masalah itu.

“Nah, hal itu menjadi hal dasar saya majuk caleg agar bisa berada dalam sistem. Memaksimalkan fungsi-fungsi penganggaran dan pengawasan demi kesejahteraan masyarakat,” kata Dani.

Dorong Pemberdayaan Wirausaha

Dani Marsudi melihat, program pemberdayaan masyarakat pada sektor usaha mandiri di Kabupaten Bone juga belum maksimal. Usaha-usaha mandiri masyarakat mendorong peningkatan kesejahteraan. Khusus di Dapil 1 Bone, kata Dani Marsudi, sudah nampak perkembangan sektor niaga yang sangat signifikan.

Namun, kendalanya adalah keterampilan masyarakat untuk memanfaatkan peluang usaha belum maksimal. Hal itu menjadi misi Dani Marsudi saat berhasil masuk sistem. Ada perhatian khusus untuk mengembangkan pemberdayaan masyarakat lewat usaha mandiri.

Terlebih, Dani memiliki kemampuan sebagai wirausaha yang bisa bertahan dengan memanfaatkan keterampilan yang dimilikinya dalam bentuk usaha mandiri. Usaha mandiri di dunia pertelevisian yang digandrunginya selama ini menjadi acuan dalam pengembangan konsep usaha mandiri.

“Misalnya bagi perempuan dibuatkan pelatihan menjahit, Setelah sudah mahir, pemerintah hadir mensupport modal untuk membuka usaha mandiri,” kata Dani Marsudi saat ditemui pojoksulsel.com di Enreco Coffee, Jalan Toddopuli Raya Timur, Kota Makassar, Sabtu (5/1/2019).

Dani Marsudi mengatakan, konsep-konsep tersebut sebenarnya sudah ada dalam program pemerintah, namun belum menyentuh masyarakat secara merata. Sehingga, Dani Marsudi ingin memberikan perhatian lewat kebijakan penganggaran dan pengawasan.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...